Sepekan Program TOSS TB Polda Jateng, 1.387 Suspect TB Paru Berhasil Ditemukan Bhabinkamtibmas
Sepekan Program TOSS TB Polda Jateng, 1.387 Suspect TB Paru Berhasil Ditemukan Bhabinkamtibmas (JatengNOW/Dok)
SEMARANG, JATENGNOW.COM – Program TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) yang digagas Polda Jawa Tengah mulai menunjukkan hasil nyata. Dalam sepekan pelaksanaan, sebanyak 1.387 suspect atau terduga penderita TB paru berhasil ditemukan melalui kegiatan tracing yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama tenaga kesehatan.
Data tersebut merupakan hasil analisa dan evaluasi (Anev) pelaksanaan tracing TB paru periode 3 hingga 10 Juni 2026 yang melibatkan ribuan Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Melalui program tersebut, para Bhabinkamtibmas yang telah mendapatkan pelatihan khusus sebagai Tracer TB turun langsung ke masyarakat untuk melakukan pelacakan kontak erat pasien TB, skrining awal, edukasi kesehatan, hingga pendampingan guna mencegah penyebaran penyakit.
Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi W., Sp.BM., M.A.R.S., M.H., FISQua mengatakan capaian tersebut menunjukkan Program TOSS TB mulai berjalan efektif melalui kolaborasi antara Polri dan tenaga kesehatan.
“Dalam minggu pertama pelaksanaan tracing, sebanyak 1.387 suspect telah berhasil ditelusuri. Ini menunjukkan peran Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB mulai memberikan kontribusi nyata dalam memperluas jangkauan deteksi dini Tuberkulosis di tengah masyarakat,” ujar Agung, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan warga menjadi kekuatan penting dalam mendukung program kesehatan masyarakat.
Selain membantu proses pelacakan, para Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi bahwa TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditangani secara tepat dan pengobatan dijalani hingga tuntas.
“Kami tidak hanya berfokus pada penemuan kasus, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan dini, kepatuhan menjalani pengobatan, dan upaya mencegah penularan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi yang baik antara tenaga kesehatan dan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan serta meningkatkan keberhasilan program eliminasi TB di Jawa Tengah.
Program TOSS TB sendiri merupakan inovasi Polda Jawa Tengah yang memberdayakan Bhabinkamtibmas sebagai mitra tenaga kesehatan dalam mendukung upaya penanggulangan Tuberkulosis hingga tingkat desa dan kelurahan.
Selain melakukan tracing kontak erat, para personel juga berperan dalam edukasi kesehatan, pendampingan pasien, hingga membantu pelaporan yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan setempat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan capaian minggu pertama tersebut membuktikan Program TOSS TB tidak berhenti pada tahap pelatihan dan sosialisasi semata, tetapi telah diwujudkan melalui aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Bhabinkamtibmas merupakan personel Polri yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui Program TOSS TB, kedekatan tersebut kami optimalkan untuk mendukung upaya kemanusiaan di bidang kesehatan. Capaian 1.387 warga yang telah dijangkau dalam minggu pertama menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polri dan tenaga kesehatan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Artanto.
Polda Jateng berkomitmen terus mendorong pelaksanaan tracing, edukasi, dan pendampingan terkait TB secara berkelanjutan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dengan dukungan seluruh pihak, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini serta pengobatan TB hingga tuntas guna memutus rantai penularan penyakit. (jn02)
