Soloraya Dilirik Investor Amerika, Proyek Waste to Fuel Siap Dukung Jateng Zero Sampah 2028

0
image

Soloraya Dilirik Investor Amerika, Proyek Waste to Fuel Siap Dukung Jateng Zero Sampah 2028 (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali membuka peluang investasi asing untuk mempercepat penanganan persoalan sampah di wilayahnya. Kali ini, perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan minat berinvestasi di kawasan Soloraya melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi ramah lingkungan.

Rencana investasi tersebut dibahas saat Ahmad Luthfi menerima kunjungan perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

Luthfi mengatakan, persoalan sampah di kawasan Soloraya masih menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani. Meski telah ada kesepakatan terkait pengolahan sampah baru menjadi energi listrik, penanganan timbunan sampah lama masih membutuhkan solusi yang lebih komprehensif.

“Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya,” ujar Luthfi.

Berdasarkan data pemerintah, kawasan Soloraya menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah setiap hari. Namun, kapasitas pengelolaan yang ada saat ini belum mampu menangani seluruh volume sampah tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun tengah mendorong pembangunan fasilitas Waste to Fuel berkapasitas sekitar 1.000 ton per hari yang nantinya melayani wilayah Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, hingga Klaten.

Menurut Luthfi, sejumlah proyek pengolahan sampah di kawasan aglomerasi lain juga telah berjalan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

“Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah, seperti Kota Semarang dan Kendal bersama Danantara. Untuk Soloraya juga sudah ada, tetapi itu untuk penanganan sampah baru. Sampah lama masih kami carikan investor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan proyek tersebut sejalan dengan target Gubernur Ahmad Luthfi mewujudkan Jawa Tengah Zero Sampah pada 2028.

Menurutnya, investor asal Amerika Serikat tersebut diarahkan untuk mengembangkan fasilitas pengolahan sampah di Soloraya dengan konsep waste to fuel.

“Soloraya menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Investor ini akan masuk untuk waste to fuel. Lokasinya direncanakan di Boyolali, di mana saat ini sudah tersedia lahan sekitar 20 hektare dari kebutuhan total 25 hektare,” terang Heru.

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, menjelaskan bahwa Energy Three International merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi dengan teknologi beremisi nol (zero emission).

Ia berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan energi hijau di Indonesia.

“Semoga proyek ini dapat terwujud di sini yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kami menggunakan teknologi baru dengan zero emission sehingga ramah lingkungan,” katanya.

Selain membantu mengurangi persoalan sampah, proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 300 tenaga kerja sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar lokasi pembangunan fasilitas.

“Kami berharap proyek ini dapat memberikan manfaat dalam banyak aspek, termasuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat posisi Jawa Tengah dalam pengembangan energi hijau,” pungkas Medhat. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *