Terobos Perlintasan yang Sudah Ditutup, Pesepeda Tewas Tertemper KA Batara Kresna di Sukoharjo
Terobos Perlintasan yang Sudah Ditutup, Pesepeda Tewas Tertabrak KA Batara Kresna di Sukoharjo (JatengNOW/Dok)
SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Kecelakaan maut terjadi di jalur kereta api Solo-Wonogiri, Dukuh Nglinduk, Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (18/8/2026).
Seorang pesepeda, Aching Subagiyo (49), tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Batara Kresna yang melintas di lokasi kejadian.
Korban diketahui merupakan warga RT 001/RW 005, Dukuh Gedangan, Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.
Kapolsek Polokarto AKP Aris Joko Narimo mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu mengendarai sepeda onthel dari arah barat menuju timur. Saat melintasi jalur kereta, roda belakang sepeda korban masih berada di atas rel ketika KA Batara Kresna dengan nomor perjalanan KA 515 melaju dari arah selatan menuju utara.
“Setelah melintasi rel kereta api, roda belakang sepeda onthel masih pada posisi di atas rel kereta api dan kereta api Batara Kresna dengan kode KA 515 dari arah selatan menuju arah utara,” ujar Aris di Sukoharjo, Selasa (18/8/2026).
Masinis KA disebut telah memberikan peringatan dengan membunyikan klakson. Namun, korban tetap tertabrak bagian badan kereta.
Benturan tersebut membuat korban terpental ke arah utara hingga sekitar 40 meter dan kemudian masuk ke dalam selokan.
“Sudah memberi peringatan dengan cara membunyikan klakson, kemudian korban tertabrak badan kereta,” katanya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan.
Namun, saat tim medis bersama aparat kepolisian melakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Untuk korban saat ini telah dibawa ke RSUD Ir. Soekarno untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Aris.
Diduga Terobos Portal Permanen
Polisi menyebut perlintasan tempat kejadian perkara sebenarnya telah ditutup secara permanen oleh pihak KAI.
Aris mengatakan korban diduga tetap melintas meski telah terdapat portal serta rambu peringatan di sekitar lokasi.
“Pengemudi kurang memperhatikan rambu-rambu peringatan batas ketinggian atau clearance yang dipasang beberapa meter sebelum struktur portal,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurut Feni, KA Batara Kresna relasi Wonogiri-Purwosari tertemper orang di Km 6+582, tepatnya di JPL 6 petak jalan Sukoharjo-Solokota yang sebelumnya telah ditutup oleh KAI.
“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan tidak beraktivitas di sekitar jalur KA karena berpotensi tinggi risiko,” kata Feni melalui keterangan resmi.
KAI mengimbau masyarakat hanya menggunakan perlintasan sebidang resmi yang telah dilengkapi dengan rambu-rambu keselamatan.
“Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami imbau seluruh masyarakat agar melintas hanya di perlintasan resmi saja,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup maupun membuat perlintasan liar baru.
Feni mengingatkan warga untuk selalu berhenti sejenak dan memastikan jalur kereta api aman sebelum melintasi perlintasan sebidang.
“Berhenti sejenak untuk memastikan jalur kereta api aman dan tidak ada kereta akan melintas sebelum kendaraan melintasi perlintasan sebidang KA. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” tandasnya. (jn02)
