TMMD Reguler ke-130 Bangun Jalan Penghubung Rembang-Blora, Buka Akses Ekonomi Warga Ngajaran
TMMD Reguler ke-130 Bangun Jalan Penghubung Rembang-Blora, Buka Akses Ekonomi Warga Ngajaran (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Kodim 0720/Rembang menyasar Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Pembangunan infrastruktur melalui program tersebut diharapkan membuka akses antarwilayah sekaligus mendorong potensi ekonomi masyarakat.
Salah satu sasaran utama TMMD adalah pembangunan jalan penghubung dari Dusun Ngajaran menuju Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.
Jalur tersebut selama ini menjadi akses masyarakat menuju lahan pertanian sekaligus jalur pengangkutan hasil panen. Namun, kondisinya masih berupa jalan berbatu sehingga menyulitkan mobilitas warga.
Kepala Desa Ngajaran, Ngesti Yulianti, mengatakan mayoritas warga Dusun Ngajaran yang berjumlah sekitar 153 kepala keluarga bekerja sebagai petani. Kondisi jalan yang belum memadai membuat aktivitas menuju ladang maupun distribusi hasil pertanian membutuhkan waktu lebih lama.
“Kalau mau ke sawah atau jual hasil panen warga tetap melewati jalan itu, tetapi membutuhkan waktu lebih lama,” ujar Ngesti, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan melalui TMMD dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga. Akses yang lebih baik diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian hingga ke wilayah Blora.
“Harapannya perekonomian masyarakat Desa Ngajaran bisa meningkat, hasil panennya juga meningkat dan bisa dijual sampai ke wilayah Blora. Dengan akses yang lebih baik tentu bisa memangkas biaya produksi dan biaya angkut hasil panen,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan dan Penataan Desa Dinpermades Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro, mengatakan jalur penghubung Ngajaran menuju Blora merupakan akses lama yang belum mendapatkan penanganan secara memadai.
“Jalan menuju Ngajaran yang menghubungkan akses ke Blora ini belum pernah tersentuh. Batunya masih batu kuning, batu alas zaman Belanda. Mudah-mudahan TMMD ini menjadi akhir dari cerita panjang tentang kondisi jalan yang masih berbatu dan menyulitkan masyarakat,” ujarnya.
Bambang menyebut kondisi jalan selama ini cukup menyulitkan warga, terutama mereka yang menggunakan sepeda motor untuk menuju lahan pertanian.
Setelah pembangunan rampung, waktu tempuh masyarakat menuju wilayah Blora diperkirakan dapat dipangkas secara signifikan.
“Kalau sekarang waktu tempuhnya sekitar setengah jam, nanti diharapkan bisa lebih cepat, sekitar 10 sampai 15 menit. Ini akan menjadi akses strategis yang memperpendek jarak dan memudahkan mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, pelaksanaan TMMD juga diarahkan untuk mengembangkan potensi Desa Ngajaran. Desa yang berada di wilayah timur Kabupaten Rembang tersebut memiliki sejumlah potensi, mulai dari wisata sejarah Noyo Gimbal, sumber mata air, hingga panorama perbukitan.
Bambang mengatakan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Tidak hanya fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Kami mencoba mengangkat potensi desa, baik seni budaya maupun potensi heritage yang ada seperti sendang dan situs-situs yang selama ini sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah desa,” katanya.
Batiter Kodim 0720/Rembang, Dedi Budiharno, menjelaskan sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-130 berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang sekitar 1.300 meter.
Jalan tersebut memiliki lebar 2,5 meter dengan ketebalan 16 sentimeter. Pembangunan dilakukan secara manual menggunakan molen dan melibatkan personel TMMD.
“Pekerjaan utamanya pembuatan rabat jalan sepanjang kurang lebih 1.300 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 16 sentimeter. Konstruksinya pengecoran manual menggunakan molen dan personel yang terlibat dalam TMMD,” terangnya.
Selain jalan, program tersebut juga mencakup pembangunan plat beton, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan dua unit sumur bor, serta pemasangan lampu penerangan jalan.
Sementara sasaran nonfisik meliputi berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya sosialisasi oleh TP PKK, pelatihan pengolahan ikan air tawar, penyuluhan kesehatan, serta edukasi pencegahan stunting.
Dedi mengatakan pelaksanaan TMMD Reguler ke-130 dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Oktober hingga awal November 2026.
Ia berharap pembangunan jalan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan distribusi hasil pertanian.
“Harapannya sesuai tujuan pembangunan jalan ini, yaitu mempermudah akses masyarakat Ngajaran. Selama ini warga banyak berbelanja ke arah Pakel, Blora. Dengan jalan yang lebih baik, akses menjadi lebih mudah, termasuk untuk mengangkut hasil panen pertanian, khususnya jagung yang menjadi salah satu potensi utama di wilayah ini,” pungkasnya. (jn02)
