UMKM Boyolali Tembus 24 Negara, Kreasi Kayukuu Berawal dari Hobi Saat Pandemi

0
image

UMKM Boyolali Tembus 24 Negara, Kreasi Kayukuu Berawal dari Hobi Saat Pandemi (JatengNOW/Dok)

BOYOLALI, JATENGNOW.COM – Siapa sangka usaha rumahan yang lahir di tengah pandemi Covid-19 kini mampu menembus pasar internasional. Adalah Kreasi Kayukuu, UMKM asal Boyolali yang memproduksi aneka dekorasi dan kaligrafi berbahan kayu, kini sukses memasarkan produknya hingga ke 24 negara.

Usaha tersebut dirintis oleh Fatta Yasin M pada tahun 2020 setelah dirinya harus berhenti bekerja akibat pandemi. Berbekal hobi menggambar dan keinginan untuk tetap produktif, ia mengajak seorang tetangganya membangun usaha kreatif berbasis kaligrafi kayu.

“Awalnya kami ingin membuat kaligrafi kayu agar bisa dinikmati lebih banyak orang. Kalau dilukis manual, sehari hanya bisa menghasilkan sedikit karya,” ujar Fatta saat ditemui di tempat usahanya di Belik, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Sabtu (13/6/2026).

Perjalanan usaha tersebut tidak berjalan mulus. Mesin CNC pertama yang dibeli dengan nilai sekitar Rp20 juta ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan produksi. Namun kondisi itu tidak membuat Fatta menyerah.

Mesin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk kerajinan berbahan kertas. Dari hasil penjualan produk itulah, ia perlahan mengumpulkan modal hingga mampu membeli mesin yang lebih baik. Kini Kreasi Kayukuu telah memiliki delapan unit mesin produksi.

Pada masa awal merintis usaha, tantangan terbesar adalah keterbatasan modal. Tabungan puluhan juta rupiah yang dimiliki sempat habis untuk investasi peralatan produksi, sementara pendapatan usaha masih sangat minim.

“Waktu itu usaha belum menghasilkan. Bahkan rekan kerja saya hanya bisa diberi upah sekitar Rp50 ribu per minggu. Tapi saya terus berusaha agar usaha ini tetap berjalan,” ungkapnya.

Titik balik perkembangan usaha terjadi setelah Fatta mengikuti berbagai pelatihan marketplace dan pemasaran digital. Dari yang awalnya hanya memproduksi kaligrafi, Kreasi Kayukuu mulai mengembangkan produk dekorasi pernikahan, ulang tahun, hingga berbagai produk custom lainnya.

Saat ini Kreasi Kayukuu memproduksi hampir 600 jenis produk berbahan plywood, akrilik, kertas, dan kayu pinus. Sebagian besar produk dibuat secara khusus sesuai permintaan pelanggan.

Produk-produk tersebut dipasarkan melalui berbagai marketplace dan telah menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. Bahkan, sejumlah produk juga telah dikirim ke sekitar 24 negara, termasuk negara-negara di Eropa dan Timur Tengah.

“Produk yang paling banyak diminati adalah hiasan dinding untuk rumah, kantor, hingga musala,” jelas Fatta.

Pesatnya perkembangan usaha turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dari yang semula hanya dijalankan dua orang, kini Kreasi Kayukuu telah memberdayakan lebih dari 50 pekerja.

Tak hanya itu, omzet usaha yang diraih juga terbilang fantastis. Dalam satu bulan, Kreasi Kayukuu mampu membukukan omzet rata-rata antara Rp700 juta hingga Rp800 juta.

Fatta mengakui dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan usahanya. Berbagai pelatihan ekspor, pemasaran digital, hingga fasilitasi promosi melalui Dekranasda Jawa Tengah dan pameran Inacraft 2026 turut membantu memperluas pasar.

“Kami sangat terbantu dengan pelatihan dan fasilitas yang diberikan pemerintah. Pemerintah memberikan pemantik, sementara kami sebagai pelaku usaha harus terus belajar dan berkembang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, mengatakan sektor UMKM di Jawa Tengah terus menunjukkan pertumbuhan positif dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan di bidang produksi, kemasan, pemasaran, digitalisasi, sertifikasi hingga fasilitasi pameran.

“Produk-produk UMKM Jawa Tengah kualitasnya semakin baik. Tugas kami adalah mendampingi agar mereka mampu berinovasi, memanfaatkan digitalisasi, dan memperluas pasar,” ujarnya.

Kisah Kreasi Kayukuu menjadi bukti bahwa kreativitas, ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan dukungan yang tepat mampu mengantarkan UMKM lokal menembus pasar dunia. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *