Viral ‘Teror Pocong’ di Jebres Terungkap, Polresta Solo: Hanya Uji Mental Pendadaran Silat

0
image

Viral ‘Teror Pocong’ di Jebres Terungkap, Polresta Solo: Hanya Uji Mental Pendadaran Silat (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Misteri video viral yang disebut sebagai aksi “teror pocong” di kawasan Ngoresan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta akhirnya terungkap. Setelah melakukan penyelidikan dan klarifikasi, Satreskrim Polresta Surakarta memastikan peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan tindak kriminal maupun upaya meneror masyarakat.

Kasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Derry Eko Setiawan, menjelaskan bahwa tiga pemuda yang terekam dalam video CCTV telah dimintai klarifikasi pada Selasa (9/6/2026). Ketiganya diketahui berinisial DRA, SR, dan SM.

Menurut AKP Derry, peristiwa itu bermula pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 01.15 WIB saat berlangsung kegiatan pendadaran bela diri silat di kawasan pemakaman Mipitan, Jebres.

“DRA, SR, dan SM berperan sebagai penguji mental bagi para peserta pendadaran. Setelah kegiatan selesai, para siswa mencari makan dan minum, sementara ketiga orang tersebut mengikuti dari belakang dengan masih mengenakan atribut yang digunakan saat pengujian mental,” jelas AKP Derry.

Dalam video yang viral di media sosial, DRA terlihat mengenakan kain putih menyerupai pocong dan membonceng sepeda motor bersama dua rekannya. Saat berpapasan dengan peserta pendadaran, mereka kemudian berbalik arah menggunakan sepeda motor.

Hasil pemeriksaan polisi menyimpulkan bahwa aksi tersebut tidak memiliki tujuan untuk meneror masyarakat maupun membuat konten yang sengaja ditujukan untuk menimbulkan keresahan.

“Dari hasil klarifikasi, tidak ada maksud sama sekali untuk membuat teror ataupun meresahkan masyarakat. Motifnya murni sebagai bagian dari pengujian mental dalam kegiatan pendadaran bela diri,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Polresta Surakarta memberikan pembinaan kepada ketiga pemuda tersebut serta meminta mereka membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Polresta Surakarta juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar dan tetap menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing,” tambah AKP Derry.

Sementara itu, ketiga pemuda yang sempat viral sebagai pemeran pocong menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kota Surakarta.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Surakarta karena telah membuat kegaduhan di media sosial. Kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut lagi,” ujar salah satu pemuda dalam klarifikasinya.

Dengan hasil penyelidikan tersebut, kasus yang sempat menghebohkan warga Solo itu dipastikan bukan aksi teror maupun tindak kejahatan, melainkan bagian dari kegiatan internal pendadaran bela diri yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman setelah videonya viral di media sosial. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *