17 Tahun Hilang Kontak di Timur Tengah, PMI Asal Jepara Akhirnya Pulang dan Bertemu Keluarga

0
IMG-20260610-WA0022

JEPARA, JATENGNOW.COM – Kisah haru menyelimuti keluarga Sri Titik Azizah (41), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Setelah 17 tahun terpisah dan hilang kontak dengan keluarga saat bekerja di Timur Tengah, Titik akhirnya kembali ke kampung halamannya pada 5 Juni 2026.

Kepulangan Titik disambut penuh haru oleh keluarga yang selama bertahun-tahun tidak mengetahui keberadaannya. Selama bekerja di luar negeri, ia mengalami berbagai cobaan, mulai dari kekerasan verbal hingga pembatasan kebebasan yang membuatnya kesulitan berkomunikasi dengan keluarga.

Saat ditemui di kediamannya, Rabu (10/6/2026), Titik menceritakan bahwa dirinya berangkat bekerja ke Timur Tengah pada 2009. Namun, selama bekerja di negara tujuan pertamanya, ia mengaku sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari majikan.

“Kalau ada pekerjaan yang tidak beres sedikit saja, pasti langsung dimarahi,” ungkap Titik.

Tidak tahan dengan kondisi tersebut, Titik memutuskan melarikan diri. Dalam perjalanannya, ia bertemu sesama PMI yang kemudian membantunya memperoleh pekerjaan baru di Yordania pada 2011.

Namun harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tidak terwujud. Selama bekerja di Yordania hingga tahun 2025, ia mengaku kembali mengalami perlakuan buruk dari majikannya.

“Saya tidak punya handphone karena majikan tidak suka. Pernah punya, tetapi dihancurkan. Akhirnya ada kesempatan kabur dan saya langsung pergi ke KBRI Yordania,” katanya.

Setelah berhasil melarikan diri, Titik mendapat perlindungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yordania sejak 2025. Selama berada di bawah pendampingan KBRI, kondisi kesehatan dan psikologisnya turut mendapat perhatian.

Adiknya, Chandra, mengungkapkan bahwa saat berada di KBRI, kakaknya sempat mengalami gangguan ingatan sehingga kesulitan mengingat identitas keluarga maupun alamat rumah.

“Yang diingat hanya Jepara. Kemudian pihak di sana menyebutkan satu per satu nama desa di Jepara hingga akhirnya Mbak Titik ingat Desa Kepuk,” jelas Chandra.

Setelah mengetahui desa asalnya, pihak terkait di Yordania berupaya mencari keberadaan keluarganya. Namun pencarian awal belum membuahkan hasil.

Titik akhirnya berhasil menemukan keluarganya melalui media sosial TikTok setelah terhubung dengan anak dan menantunya. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Pemerintah Desa Kepuk yang selanjutnya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara dan KBRI Yordania untuk memfasilitasi proses pemulangan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 5 Juni 2026, Sri Titik Azizah berhasil kembali ke tanah air dan berkumpul kembali dengan keluarganya setelah hampir dua dekade terpisah.

Pasca kepulangannya, sejumlah pihak memberikan bantuan dan pendampingan, di antaranya Camat Bangsri Debby Nifandrian, Ketua Baznas Kabupaten Jepara M. Nasrullah Huda, Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsospermasdes Jepara Iman Bagus Sesulih, serta komunitas PMI Kabupaten Jepara.

Camat Bangsri, Debby Nifandrian, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jepara H. Witiarso Utomo yang dinilai responsif dalam membantu proses perlindungan dan pemulangan PMI asal Jepara tersebut.

“Saya berharap kepulangan Sri Titik Azizah dapat membawa kebahagiaan bagi keluarga yang telah lama menantikan kehadirannya,” ujarnya.

Kisah Sri Titik Azizah menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia serta peran berbagai pihak dalam membantu warga negara yang menghadapi kesulitan di luar negeri. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *