Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Karanganyar Naik Tahap Penyidikan, Oknum Guru Masih Status Saksi

0
WhatsApp Image 2025-12-17 at 13.40.15_65ed60ea

Ilustrasi | tindakan Asusila (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM — Penanganan kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang melibatkan oknum guru SMA di Kabupaten Karanganyar terus berlanjut. Satreskrim Polresta Surakarta memastikan kasus ini kini telah naik ke tahap penyidikan (sidik) setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasatreskrim) Polresta Surakarta, AKP Sudarmianto, menjelaskan bahwa hasil gelar perkara menunjukkan unsur pidana dalam laporan tersebut telah terpenuhi.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan sejumlah bukti, laporan ini sudah kami naikkan ke proses sidik. Dari hasil gelar perkara, unsur pidana sudah terpenuhi,” kata AKP Sudarmianto, Sabtu (3/1/2026).

Dalam tahapan penyidikan ini, penyidik akan melengkapi keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pihak sekolah tempat terlapor mengajar. AKP Sudarmianto menambahkan, pihak kepolisian juga akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Saat ini, statusnya masih sebagai saksi.

“Surat pemanggilan akan segera kami kirimkan. Statusnya masih saksi terlapor. Setelah seluruh keterangan dan alat bukti lengkap, penyidik akan menggelar perkara kembali untuk menentukan penetapan tersangka,” jelasnya.

Terkait potensi terlapor melarikan diri, polisi menilai kemungkinan tersebut kecil karena yang bersangkutan berstatus aparatur sipil negara (ASN). “Kontrolnya tidak hanya dari kepolisian, tetapi juga dari instansi pemerintahan. Pengawasannya lebih ketat karena terikat aturan,” tegas AKP Sudarmianto.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi, yakni korban, orang tua korban, dan dua teman korban yang mengetahui dugaan hubungan terlarang tersebut. Korban masih dalam pendampingan psikologis dan kondisi trauma akibat peristiwa ini.

“Anak ini masih trauma. Pendampingan akan dilakukan pelan-pelan agar ia bisa kembali bersekolah dengan aman,” ungkap AKP Sudarmianto. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan sekolah agar memberikan dukungan penuh kepada korban. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *