Polres Sukoharjo Bekali Personel Wawasan Global Lewat Forum Belajar Bersama
Polres Sukoharjo Bekali Personel Wawasan Global Lewat Forum Belajar Bersama (JatengNOW/Dok)
SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Polres Sukoharjo menggelar Forum Belajar Bersama untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan personel terkait dinamika hubungan internasional serta risiko global, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula R. Kusnadi Polres Sukoharjo dan diikuti sekitar 60 peserta.
Forum dengan tema “Global Risk 2026: Dunia dalam Age of Competition” menghadirkan pemateri Yohanes William Santoso, S.Hub.Int., M.Hub.Int. Kegiatan dihadiri Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Wakapolres Kompol Pariastutik, pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran, perwira, serta anggota Polres Sukoharjo.
Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Anggaito menyampaikan bahwa forum ini strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri. Dinamika global yang terus berkembang berpotensi berdampak pada stabilitas nasional dan situasi keamanan di wilayah, termasuk Kabupaten Sukoharjo.
“Di era kompetisi global yang semakin kompleks, anggota Polri dituntut memiliki pola pikir adaptif, strategis, dan berwawasan global. Pemahaman terhadap risiko global menjadi bekal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional dan presisi,” ujar Kapolres.
Pemateri Yohanes William Santoso menjelaskan dunia saat ini memasuki fase age of competition, di mana persaingan antarnegara semakin tajam dalam bidang ekonomi, teknologi, dan keamanan, disertai melemahnya aturan global serta menurunnya kepercayaan antarnegara. Ia memaparkan sejumlah risiko global paling mendesak pada 2026, di antaranya:
- Konfrontasi geoekonomi
- Disinformasi dan polarisasi sosial
- Perubahan iklim dan cuaca ekstrem
“Berbagai risiko ini saling terhubung dan dapat memicu polycrisis yang berdampak luas terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan. Ketidakstabilan ekonomi global, konflik geopolitik, kejahatan siber, serta disinformasi berpotensi menimbulkan keresahan sosial, meningkatnya kriminalitas, hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi,” jelas Yohanes.
Dalam sesi tanya jawab, peserta menekankan peran strategis Polri yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif melalui penguatan deteksi dini, fungsi intelijen, dan pendekatan humanis bersama masyarakat. Edukasi, komunikasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketahanan kamtibmas di tingkat akar rumput.
Melalui kegiatan ini, Polres Sukoharjo berharap personel semakin siap menghadapi dampak isu global sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. (jn02)
