Pemprov Jateng Pastikan Stok Pangan Aman Menjelang Ramadan
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, (JatengNOW/DOk)
DEMAK, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan persediaan pangan di wilayahnya aman, meski menghadapi cuaca ekstrem dan menjelang Ramadan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, mengatakan pihaknya terus memperkuat pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok, termasuk melalui koordinasi dengan Bulog. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pengendalian inflasi yang rutin dilakukan sepanjang tahun.
“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” ujar Sumarno seusai menjadi narasumber di TVRI Jawa Tengah, Selasa (20/1/2026).
Hingga saat ini, harga bahan pokok di Jateng disebut masih stabil, meskipun beberapa daerah seperti Pati, Jepara, Kudus, dan Grobogan mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem. Menurut Sekda, dampaknya terhadap ketersediaan pangan masih relatif terbatas. Pemerintah telah melakukan pendataan lahan terdampak dan menyiapkan perlindungan bagi petani melalui asuransi.
“Kami sudah identifikasi dampak bencana, dan menyiapkan asuransi untuk petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum besar karena hanya di beberapa lokasi,” jelas Sumarno.
Sepanjang 2025, produktivitas pangan Provinsi Jawa Tengah telah memenuhi target pemerintah pusat. Data Dinas Ketahanan Pangan menunjukkan, produktivitas padi hingga November 2025 mencapai 11,38 juta ton gabah kering panen (GKP) atau setara 9,4 juta ton gabah kering giling (GKG). Dari luas tanam sekitar 2,02 juta hektare dan luas panen 1,67 juta hektare, Jawa Tengah menempati tiga besar kontributor pangan nasional.
Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng–DIY, Sri Muniati, memastikan stok pangan aman hingga Juni 2026, dengan jumlah beras mencapai 339.094 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (JN02)
