51 Ribu Pelanggaran Ditindak, Polda Jateng Perketat Pengamanan Jelang Lebaran

0
WhatsApp Image 2026-02-14 at 18.00.49

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Menjelang berakhirnya Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah memaparkan hasil pelaksanaan operasi hingga hari ke-12. Evaluasi sementara menunjukkan aparat terus mengintensifkan langkah untuk menekan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah Jateng.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa sejak 2 hingga 13 Februari 2026 tercatat 51.736 pelanggaran lalu lintas telah ditindak. Penindakan paling banyak dilakukan melalui sistem tilang elektronik (ETLE) dengan 27.115 perkara, sementara 30.045 pengendara mendapat teguran simpatik.

Menurut Artanto, pelanggaran masih didominasi pengendara sepeda motor yang mencapai 19.862 kasus. Bentuk pelanggaran terbanyak adalah tidak memakai helm berstandar SNI sebanyak 10.245 kasus, diikuti pelanggaran melawan arus, pengendara di bawah umur, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi.

Untuk kendaraan roda empat, polisi mencatat 1.829 pelanggaran. Mayoritas berupa pengemudi yang tidak mengenakan sabuk keselamatan serta penyalahgunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang.

Ia menambahkan, sebagian besar pelanggar berasal dari kelompok usia produktif 16–30 tahun dengan jumlah 13.893 orang atau sekitar 64 persen dari total pelanggaran.

“Temuan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus menggencarkan edukasi ke sekolah maupun komunitas anak muda karena kelompok ini paling rentan terlibat insiden di jalan,” jelasnya di Mapolda Jateng, Sabtu (14/2/2026).

Dari sisi kecelakaan lalu lintas, selama operasi tercatat 574 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 11 orang. Faktor dominan penyebab kecelakaan antara lain kelalaian saat mendahului, tidak menjaga jarak aman, serta kelelahan pengemudi.

Artanto menegaskan, Operasi Keselamatan Candi 2026 tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga sebagai langkah strategis menciptakan kondisi menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

“Kami ingin kesadaran berlalu lintas yang dibangun sekarang menjadi investasi keselamatan saat arus mudik dan balik Lebaran nanti,” ujarnya.

Polda Jateng juga telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan jalur mudik di wilayah Jawa Tengah.

Hingga operasi berakhir pada 15 Februari, jajaran kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Masyarakat pun diimbau tetap disiplin berlalu lintas meski operasi selesai.

“Keselamatan adalah kebutuhan bersama, terlebih kita segera memasuki bulan suci Ramadan,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *