Heboh Penampakan Pocong di Jepara Ternyata demi Konten, Tiga Remaja Klarifikasi dan Minta Maaf
Viral isu penampakan pocong di Desa Menganti, Kedung, Jepara ternyata hanya settingan konten. Tiga remaja pembuat video akhirnya klarifikasi dan meminta maaf kepada warga.
Heboh Penampakan Pocong di Jepara Ternyata demi Konten, Tiga Remaja Klarifikasi dan Minta Maaf. (Jatengnow/dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Warga Kabupaten Jepara sempat dibuat geger dengan beredarnya video penampakan pocong di Desa Menganti, Kecamatan Kedung.
Video tersebut viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat karena dianggap sebagai kejadian mistis yang benar-benar terjadi.
Dalam video yang beredar, sosok menyerupai pocong tampak muncul di area desa pada malam hari. Banyak warga mengaku takut dan penasaran setelah tayangan tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Namun, kabar penampakan pocong di Desa Menganti akhirnya dipastikan hanyalah hoaks atau rekayasa konten semata. Video viral tersebut dibuat oleh tiga remaja yang sengaja membuat setting pocong untuk kebutuhan konten hiburan.
Ketiga remaja itu kini telah memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada masyarakat karena aksi mereka menimbulkan keresahan dan kegaduhan di lingkungan warga.
Mereka menegaskan bahwa tidak ada pocong sungguhan di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Sosok pocong dalam video hanyalah hasil rekayasa menggunakan kain putih dan dibuat demi menarik perhatian di media sosial.
“Kami meminta maaf kepada masyarakat Desa Menganti dan warga Jepara karena video tersebut membuat resah. Itu hanya konten dan tidak ada kejadian nyata,” ujar salah satu remaja dalam video klarifikasi yang beredar.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang viral di media sosial. Warga juga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
Selain itu, kreator konten diminta lebih bertanggung jawab dalam membuat video agar tidak menimbulkan kepanikan atau keresahan publik hanya demi mendapatkan perhatian dan viralitas di internet.(JN01)
