Rembang Bakal Bangun Tugu Ikonik Senilai Hampir Rp2 Miliar di Jalur Pantura

0
image

Rembang Bakal Bangun Tugu Ikonik Senilai Hampir Rp2 Miliar di Jalur Pantura (JatengNOW/Dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM – Pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan pembangunan tugu identitas daerah mulai direalisasikan pada 2026. Landmark baru tersebut akan menjadi penanda pintu masuk Kabupaten Rembang dari arah barat sekaligus memperkuat identitas daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Maryosa, mengatakan tugu akan dibangun di tepi Jalur Pantura Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori, tepatnya di sebelah timur SPBU Kaliori.

Lokasi tersebut dipilih setelah melalui kajian teknis dengan mempertimbangkan aspek keselamatan lalu lintas karena berada di ruas jalan nasional yang memiliki arus kendaraan cukup padat.

“Rencana awal memang berada di kawasan perbatasan Kaliori dengan Kabupaten Pati. Namun setelah dilakukan kajian, lokasi tersebut dinilai terlalu sempit dan berpotensi mengganggu lalu lintas sehingga dipindahkan,” ujar Maryosa, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, pemerintah menyiapkan anggaran hampir Rp2 miliar untuk pembangunan tugu tersebut. Pendanaan berasal dari kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Gresik dan APBD Kabupaten Rembang.

“Untuk pembangunan fisiknya sekitar Rp1,8 miliar. Total anggaran yang disiapkan hampir Rp2 miliar,” jelasnya.

Berbeda dengan konsep gapura yang membentang di atas jalan, tugu identitas Rembang akan dibangun di sisi utara dan selatan jalan nasional. Desain tersebut dipilih agar tidak mengganggu keselamatan maupun kelancaran arus lalu lintas.

Nantinya, tugu akan menampilkan tulisan “Rembang” dan “Bangkit”, serta dihiasi simbol jangkar berukuran besar sebagai representasi karakter maritim Kabupaten Rembang. Selain itu, sejumlah ornamen khas daerah juga akan ditampilkan untuk menggambarkan potensi, budaya, dan identitas masyarakat Rembang.

“Kalau dulu mungkin masih memungkinkan dibuat melintang di atas jalan. Namun sekarang lalu lintas sudah jauh lebih padat sehingga kami memilih konsep yang lebih aman,” katanya.

Maryosa menambahkan, proyek tersebut sempat tertunda karena harus menunggu izin dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum. Mengingat lokasi pembangunan berada di kawasan jalan nasional, proses perizinan menjadi tahapan yang wajib dipenuhi.

Kini seluruh perizinan telah diterbitkan sehingga proses pembangunan dapat segera dilanjutkan.

“Izinnya sudah turun. Yang cukup lama memang menunggu persetujuan dari pusat karena lokasinya berada di jalan nasional,” ungkapnya.

Saat ini DPUTARU Kabupaten Rembang tengah menyelesaikan dokumen lelang sebelum diumumkan melalui sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pemenang tender ditargetkan sudah ditetapkan pada Agustus 2026 sehingga pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai.

Pemerintah Kabupaten Rembang berharap keberadaan tugu identitas tersebut tidak hanya menjadi penanda gerbang masuk wilayah, tetapi juga menjadi landmark baru yang memperkuat citra daerah serta memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun wisatawan yang memasuki Kabupaten Rembang. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *