Edy Wuryanto Ajak Warga Rembang Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Mulai Rp16.800 dengan Manfaat Besar
Edy Wuryanto Ajak Warga Rembang Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Mulai Rp16.800 dengan Manfaat Besar (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengajak masyarakat Kabupaten Rembang untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
Ajakan tersebut disampaikan saat sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Serba Guna Desa Pancur, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Rabu (29/7/2026).
Menurut Edy, BPJS Ketenagakerjaan memiliki manfaat yang berbeda dengan BPJS Kesehatan. Program ini memberikan perlindungan bagi pekerja yang mengalami kecelakaan saat menjalankan aktivitas kerja, termasuk ketika dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja maupun sebaliknya.
Ia mencontohkan, seorang petani yang mengalami kecelakaan saat bekerja di sawah tidak ditanggung melalui BPJS Kesehatan, melainkan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan. Begitu pula pekerja yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju tempat kerja.
“Iuran BPJS Ketenagakerjaan sangat terjangkau, mulai Rp16.800 per bulan, tetapi manfaat yang diterima sangat besar. Saya mengimbau seluruh masyarakat Rembang untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Edy.
Selain perlindungan kecelakaan kerja, peserta juga memperoleh manfaat santunan kematian sebesar Rp42 juta. Apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli waris berhak menerima santunan yang lebih besar serta beasiswa bagi anak sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Edy, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kondisi ekonomi keluarga apabila pencari nafkah mengalami musibah.
Sementara itu, salah seorang peserta sosialisasi, Suci, mengaku baru mengetahui adanya program BPJS Ketenagakerjaan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Selama ini, ia hanya mengenal Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.
“Baru tahu kalau ada BPJS Ketenagakerjaan juga. Tadinya tahunya cuma BPJS Kesehatan. Setelah ikut sosialisasi ini jadi paham program-programnya. Nanti kalau sudah bekerja saya berminat ikut karena menurut saya penting,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Edy juga mengajak peserta untuk aktif mengikuti materi yang disampaikan narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan. Pada sesi penutup, ia memberikan sejumlah pertanyaan seputar manfaat program kepada peserta.
Peserta yang mampu menjawab dengan benar mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi para pekerja di sektor formal maupun informal. (jn02)
