Edy Wuryanto Ajak Peserta Mandiri Disiplin Bayar Iuran JKN, Jaga Semangat Gotong Royong

0
image

Edy Wuryanto Ajak Peserta Mandiri Disiplin Bayar Iuran JKN, Jaga Semangat Gotong Royong (JatengNOW/Dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengajak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri untuk disiplin membayar iuran setiap bulan agar status kepesertaan tetap aktif sekaligus menjaga keberlangsungan Program JKN yang berlandaskan semangat gotong royong.

Ajakan tersebut disampaikan saat Sosialisasi Program JKN yang digelar bersama BPJS Kesehatan di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 warga yang merupakan perwakilan dari 12 desa.

Dalam kesempatan itu, Edy mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mendukung pelaksanaan Program JKN. Meski demikian, ia menilai masih terdapat tantangan berupa tunggakan iuran peserta mandiri yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Program JKN dibangun atas semangat gotong royong. Karena itu, saya mengajak peserta mandiri yang mampu secara ekonomi untuk disiplin membayar iuran agar kepesertaannya tetap aktif dan manfaatnya dapat dirasakan saat dibutuhkan,” ujar Edy.

Menurutnya, kepatuhan membayar iuran tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat lain yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kepatuhan membayar iuran adalah wujud kepedulian terhadap sesama. Dengan menjaga kepesertaan tetap aktif, kita turut memperkuat keberlangsungan Program JKN bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, mengungkapkan bahwa hingga 30 Juni 2026 cakupan kepesertaan JKN secara nasional telah mencapai 98,60 persen dari total penduduk Indonesia.

Meski demikian, tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 80,25 persen. Salah satu penyebabnya adalah masih adanya peserta mandiri yang belum rutin membayar iuran.

“Salah satu penyebab rendahnya tingkat keaktifan adalah masih adanya peserta mandiri yang memiliki kemauan membayar iuran, tetapi kesulitan menyiapkan dana secara penuh saat jatuh tempo karena penghasilannya tidak tetap,” jelas Nuzuludin.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut, kesadaran masyarakat untuk membayar iuran tepat waktu semakin meningkat sehingga kepesertaan tetap aktif dan manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh peserta. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *