Katno Hadi Siapkan Peternakan Sapi hingga 2.000 Ekor, Bidik Karanganyar dan Wonogiri

0
IMG-20260809-WA0024

SOLO, JATENGNOW.COM – Prof. Dr. KP. H. Katno Hadi, S.E., M.M., M.H. tengah menyiapkan rencana pengembangan bisnis peternakan sapi. Ketua Senkom Mitra Polri dan Pengusaha sekaligus guru besar tersebut bahkan menargetkan peternakan yang dikembangkannya kelak dapat mencapai kapasitas hingga 2.000 ekor.

Rencana tersebut menjadi salah satu bisnis yang tengah dipelajari Katno setelah dirinya dikukuhkan sebagai guru besar di ASEAN University International, Malaysia, pada 4 Agustus 2026.

Katno mengaku masih berada dalam tahap persiapan dan kajian sebelum merealisasikan bisnis peternakan sapi tersebut.

“Kalau peternakan sapi ini saya nol, betul-betul nol. Saya harus cari. Peternakan ayam pun saya juga ada konsultan. Sapi juga demikian. Kita mau uji coba dulu,” kata Katno saat ditemui di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Minggu (9/8/2026).

Ia menargetkan tahap awal peternakan tersebut dapat dimulai dengan sekitar 200 ekor sapi. Jumlah itu nantinya akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai sekitar 2.000 ekor.

“Harapan kami minimal pertama nanti 200, terus kita kembangkan sampai target kita 2.000,” ujarnya.

Bidik Karanganyar dan Wonogiri

Untuk lokasi, Katno menyebut terdapat dua wilayah yang tengah menjadi pertimbangan, yakni Kabupaten Karanganyar dan Wonogiri.

Karanganyar dinilai memiliki tata ruang dan kawasan yang mendukung pengembangan peternakan. Bahkan, bisnis peternakan ayam miliknya selama ini juga berada di wilayah tersebut.

“Karanganyar sudah punya tata kelola. Seperti peternakan ayam saya kan di Karanganyar. Mungkin di daerah situ juga bisa, atau juga nanti di Wonogiri,” jelasnya.

Sementara untuk Wonogiri, Katno mengaku mendapat respons positif dari pemerintah daerah terkait peluang investasi peternakan sapi.

“Respon pemerintah Wonogiri untuk ternak sapi luar biasa. Kita diberi peluang gerak untuk seluas-luasnya. Kita memilih lahan yang penting tempatnya tepat sasaran,” katanya.

Menurut Katno, peluang bisnis peternakan sapi masih cukup besar karena kebutuhan daging sapi di masyarakat tergolong tinggi.

Ia juga menyoroti harga daging sapi yang saat ini disebutnya telah mencapai sekitar Rp155.000 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mempelajari peluang bisnis peternakan sapi secara lebih serius.

Belajar dari Peternakan Ayam

Sebelum merencanakan peternakan sapi, Katno telah memiliki pengalaman mengelola peternakan ayam selama sekitar delapan tahun.

Meski demikian, ia menilai peternakan sapi memiliki karakteristik yang berbeda. Karena masih tergolong baru di bidang tersebut, Katno memilih menggunakan pendampingan konsultan agar pengelolaannya tidak dilakukan berdasarkan perkiraan semata.

“Ini beda ternyata. Tapi lebih mudah daripada ayam. Kalau saya pelajari, lebih mudah sapi. Cuma kita harus membuat itu jangan terus pakannya manual,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemilihan bibit serta sistem pakan yang tepat dalam pengembangan peternakan sapi.

Menurutnya, ekspansi bisnis harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan potensi keuntungan, biaya operasional, manajemen, hingga risiko bisnis.

“Bisnis itu saya tahu ada yang bisa collapse. Ini karena sistem manajemen. Asalkan manajemen kita benar, manajemen kepegawaiannya benar, insyaallah masih bisa survive,” katanya.

Sambil Perkuat Pasokan Bahan Baku Mortar

Di tengah rencana pengembangan peternakan sapi, Katno juga masih fokus memperkuat bisnis semen mortar di Klaten yang saat ini mengalami peningkatan kapasitas produksi.

Ia mengatakan pabrik tersebut telah beroperasi selama 24 jam karena tingginya permintaan. Kondisi itu membuat kebutuhan bahan baku, khususnya kalsit, meningkat.

“Per day-nya itu harus sampai kira-kira lima tronton yang harus disiapkan saat ini karena kita kerja 24 jam,” ungkapnya.

Karena itu, Katno mengatakan prioritas bisnis dalam waktu dekat justru diarahkan pada pengamanan pasokan bahan baku tersebut.

Rencana peternakan sapi akan dikembangkan secara bertahap setelah seluruh kajian, lokasi, sistem pengelolaan, hingga potensi pasar dipastikan.

Dengan pengalaman di sektor peternakan ayam serta berbagai bidang usaha lainnya, Katno berharap bisnis sapi yang direncanakan dapat ikut menjawab kebutuhan pasar daging sekaligus membuka peluang ekonomi baru di wilayah Jawa Tengah. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *