Penuh Kreativitas! Tirakatan Warga Margosari Hadirkan Tari, Fashion Show hingga Doorprize
Warga Margosari RT 05/01 Salatiga merayakan HUT ke-81 RI dengan malam tirakatan, pertunjukan seni, nostalgia sejarah kampung, puisi, dan lagu Tanah Airku.
Warga Margosari RT 05/01 Salatiga merayakan HUT ke-81 RI dengan malam tirakatan, pertunjukan seni, nostalgia sejarah kampung, puisi, dan lagu Tanah Airku. (jatengnow/dok)
SALATIGA, JATENGNOW.COM — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Margosari, Kota Salatiga, berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Warga RT 05/01 tidak hanya menggelar malam tirakatan, tetapi juga menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan anak-anak, pemuda, ibu-ibu, hingga mahasiswa.
Acara yang berlangsung di area Parkir Islamic Center Margosari, Minggu (16/8/2026), tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Sejak awal kegiatan, warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Proklamasi menjadi bagian pembuka sebelum acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng.
Kemeriahan semakin terasa ketika panitia membagikan doorprize kepada warga. Suasana kekeluargaan pun semakin terlihat karena masyarakat dari berbagai usia ikut menikmati seluruh rangkaian acara.
Peringatan kemerdekaan di Margosari tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Panggung hiburan menjadi wadah bagi warga untuk menampilkan berbagai kemampuan dan kreativitas.
Karang Taruna turut menyuguhkan tarian, sementara tarian daerah dan fashion show menambah variasi pertunjukan malam itu.
Penampilan ibu-ibu PKK melalui koor juga mendapat perhatian warga. Sejumlah mahasiswa yang tinggal di lingkungan Margosari turut berpartisipasi dengan menampilkan kreasi mereka.
Keterlibatan berbagai kelompok tersebut membuat acara terasa lebih hidup. Setiap penampilan sekaligus menjadi kesempatan untuk mempertemukan warga dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Warga Diajak Mengingat Perjalanan Margosari
Nuansa berbeda muncul ketika acara memasuki sesi “Mengenang Margosari pada Zaman Lampau.” Dalam sesi tersebut, warga diajak berbagi cerita dan pengetahuan mengenai kondisi Margosari pada masa lalu. Percakapan mengenai perubahan lingkungan dan kehidupan masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif warga.
Kegiatan semacam ini dinilai penting karena sejarah sebuah lingkungan tidak selalu tercatat dalam dokumen formal. Cerita dari warga yang mengalami atau mengetahui perjalanan Margosari dapat menjadi bagian dari warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya.
Setelah sesi nostalgia, panitia menyerahkan hadiah kepada anak-anak yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai perlombaan.
Nuansa hiburan kemudian berubah menjadi lebih reflektif saat warga mengikuti pembacaan puisi. Pesan mengenai perjuangan dan makna kemerdekaan disampaikan melalui puisi tersebut. Suasana semakin terasa ketika seluruh peserta diajak menyanyikan lagu “Tanah Airku.”
Momen itu menjadi pengingat bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya identik dengan kemeriahan, tetapi juga kesempatan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Indonesia.
Ketua Panitia Muhammad Adnan mengatakan kegiatan yang digelar warga memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mengisi agenda peringatan HUT RI.
Menurut dia, berkumpulnya warga dalam satu kegiatan dapat memperkuat hubungan sosial di lingkungan Margosari.
“Tidak hanya hiburan, tetapi juga dapat memperkuat persatuan dan silaturahmi antarwarga,” ujar Adnan.
Sekretaris RT 05 Adimas Bramantya yang mewakili Ketua RT Dwi Heru Prastowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang hadir dan berpartisipasi.
Menurut Bram, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Ia berharap kebersamaan yang sudah terjalin tidak berhenti setelah acara berakhir, tetapi terus terjaga dalam kegiatan masyarakat sehari-hari.
“Terima kasih atas kehadiran dan kebersamaan warga. Semoga setelah kegiatan ini warga RT 05 semakin erat dan semakin baik lagi,” katanya.
Konsep Vintage Perkuat Suasana Acara
Hal lain yang menarik perhatian adalah dekorasi lokasi kegiatan. Karang Taruna memilih konsep kuno, retro, dan vintage untuk mempercantik area acara.
Pilihan konsep tersebut membuat suasana malam tirakatan terasa berbeda sekaligus mendukung tema nostalgia yang diangkat dalam sesi mengenang Margosari.
Ketua RW Tri Wahyudi juga hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut pelaksanaan malam tirakatan kali ini memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan kegiatan sebelumnya.
Tri Wahyudi kemudian membacakan sambutan Wali Kota Salatiga dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan di Margosari memperlihatkan bagaimana peringatan kemerdekaan dapat dikemas melalui partisipasi masyarakat.
Anak-anak mendapat ruang melalui perlombaan, pemuda berkontribusi melalui pertunjukan dan dekorasi, sementara kelompok ibu-ibu serta mahasiswa turut mengambil bagian dalam memeriahkan acara.
Semangat gotong royong tersebut menjadi nilai penting yang membuat malam tirakatan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan.
Bagi warga Margosari, peringatan HUT ke-81 RI menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menjaga semangat nasionalisme dari lingkungan tempat tinggal.
Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” pun diharapkan dapat menjadi semangat bersama untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, peduli, dan saling mendukung.
Malam tirakatan akhirnya menjadi gambaran sederhana bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui hal-hal dekat dengan kehidupan masyarakat: berkumpul, berbagi cerita, bergotong royong, dan menjaga persaudaraan.(jn01)
