Nawal Dorong Batik Sragen Angkat Potensi Sangiran hingga Bengawan Solo

0
image

Nawal Dorong Batik Sragen Angkat Potensi Sangiran hingga Bengawan Solo (JatengNOW/Dok)

SRAGEN, JATENGNOW.COM – Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mendorong pengembangan batik di setiap daerah dengan mengangkat karakter dan potensi lokal. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif.

Hal itu disampaikan Nawal saat menjadi narasumber Talkshow Sragen Batik Heritage Fest 2026 bertema “Batik Sragen dan Situs Warisan Dunia: Potensi dan Peluang” di Aula Lantai 2 Gedung SIKK Kabupaten Sragen, Minggu (4/10/2026).

Menurut Nawal, pengembangan batik tidak bisa dilakukan dengan pola yang sama di setiap daerah. Masing-masing wilayah memiliki kekayaan budaya dan potensi yang dapat diterjemahkan menjadi motif maupun produk dengan karakter serta segmen pasar berbeda.

Salah satu inovasi yang dapat dilakukan ialah menghubungkan batik dengan sektor pariwisata.

Nawal mencontohkan keberadaan Situs Sangiran yang dapat menjadi sumber inspirasi motif batik sekaligus memperkuat identitas Sragen sebagai daerah tujuan wisata.

“Bagaimana kolaborasi ini kita bentuk semisal batik, ya collab dengan pariwisata, kita lihat ada Sangiran. Itu sebagai tanda bahwa tujuan kita, misalnya untuk pariwisata di Sragen, dengan membeli batik yang motif ini,” katanya.

Menurut Nawal, kolaborasi berbasis potensi daerah tidak hanya dapat mengangkat Sangiran. Kekayaan lokal lainnya, seperti Bengawan Solo, juga dapat diterjemahkan menjadi inspirasi untuk menghasilkan karya batik yang memiliki karakter khas Sragen.

Pengembangan tersebut juga dapat diperluas melalui sektor ekonomi kreatif. Produk batik tidak harus berhenti pada kain atau pakaian, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kriya yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Jadi bagaimana kita bersama-sama lewat keunggulan masing-masing. Misalnya, lewat ekonomi kreatif, kita juga kembangkan dengan kriya seperti tas,” beber istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Menurutnya, diversifikasi produk menjadi salah satu cara untuk memperluas pasar sekaligus membuat batik semakin relevan dengan kebutuhan konsumen.

Nawal juga mendorong agar inovasi batik di Jawa Tengah diarahkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Semangat tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah.

Kolaborasi antara batik, pariwisata, ekonomi kreatif, serta berbagai sektor lainnya dinilai dapat menciptakan segmen pasar baru tanpa menghilangkan karakter budaya yang menjadi identitas masing-masing daerah.

Selain inovasi produk dan perluasan pasar, Nawal menilai regenerasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan industri batik.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi turut mengambil peran sebagai pelaku usaha dan inovator.

“Maka anak-anak muda mungkin nanti bisa menjadi pengusaha batik, inovator segmen anak muda, dengan belajar membatik, berkarya lewat batik, menemukan potensi ekonomi di batik, dan kemudian bisa meningkatkan kesadaran melestarikan batik,” ucap Nawal.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda harus berjalan beriringan dengan inovasi dan kolaborasi. Dengan demikian, batik dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan identitas daerah.

Nawal menegaskan setiap daerah memiliki peluang untuk mengembangkan batik sesuai dengan kekuatan masing-masing.

Kolaborasi dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan keterlibatan anak muda diharapkan mampu memperluas pemanfaatan batik sekaligus menjadikan produk budaya tersebut sebagai bagian dari penguatan identitas dan ekonomi daerah.

“Jadi ini menjadi salah satu potensi bagaimana kolaborasi-kolaborasi harus dijaga, kita kembangkan lewat ekonomi kreatif ataupun dengan keikutsertaan para pemuda,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *