Banjir Solo Raya, BPBD Jateng Kebut Evakuasi dan Distribusi Bantuan

0
image

Banjir Solo Raya, BPBD Jateng Kebut Evakuasi dan Distribusi Bantuan (JatengNOW/Dok)

SUKOHARJO, JATENGNOW.COM – Banjir yang melanda wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4/2026) memicu respons cepat dari BPBD Jawa Tengah. Upaya evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, hingga percepatan surutnya genangan terus dilakukan di tengah tingginya debit Sungai Bengawan Solo.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor langsung dilakukan begitu banjir terjadi. Penyelamatan warga menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat ini.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD kabupaten/kota, relawan, PMI, TNI, dan Polri telah dikerahkan ke berbagai titik terdampak untuk melakukan evakuasi. Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Di Surakarta, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 109 jiwa. Sementara di Sukoharjo, warga terdampak mencapai sekitar 1.900 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban, BPBD Jateng bekerja sama dengan dinas terkait dalam menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Selain evakuasi, BPBD juga melakukan upaya teknis berupa pompanisasi di sejumlah titik genangan. Namun, langkah ini belum berjalan optimal karena tingginya permukaan air di sungai utama.

BPBD turut berkoordinasi dengan instansi teknis seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai untuk mengendalikan aliran air serta mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.

Banjir di Solo Raya dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan meningkatnya debit Sungai Bengawan Solo beserta anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe.

Ke depan, BPBD mendorong langkah penanganan jangka panjang melalui normalisasi sungai serta pembangunan kawasan penampungan air guna mengurangi risiko banjir berulang.

BPBD Jawa Tengah memastikan seluruh personel dan sumber daya tetap disiagakan, mengingat potensi banjir susulan masih mungkin terjadi. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada hingga kondisi benar-benar aman. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *