Harga Kebutuhan Pokok Jepara Masih Terkendali, Distribusi Lancar

0
image

Harga Kebutuhan Pokok Jepara Masih Terkendali, Distribusi Lancar (JatengNOW/Dok)

JEPARA, JATENGNOW.COM – Harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Jepara hingga Kamis (16/4/2026) terpantau stabil di sejumlah pasar utama.

Pantauan di Pasar Jepara II, Bangsri, dan Pecangaan menunjukkan hampir seluruh komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan dibanding hari sebelumnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara, Anjar Jambore Widodo, menyampaikan bahwa harga bahan pokok utama masih berada dalam kondisi terkendali.

Komoditas beras premium tercatat di kisaran Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.000, dan beras SPHP Rp12.500 per kilogram. Sementara itu, gula pasir tetap berada di angka Rp18.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng, baik curah maupun kemasan, juga tidak mengalami perubahan harga, yakni berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.

‎”Di sektor protein, harga daging sapi lokal masih berada di rentang Rp100.000 hingga Rp130.000 per kilogram. Daging ayam ras stabil di kisaran Rp37.333 per kilogram, sedangkan telur ayam ras bertahan di angka Rp27.167 per kilogram,” ucapnya.

Komoditas hortikultura yang umumnya fluktuatif seperti cabai dan bawang juga relatif stabil. Cabai rawit merah berada di kisaran Rp63.000 per kilogram, bawang merah Rp39.333 per kilogram, serta bawang putih berkisar antara Rp31.333 hingga Rp35.000 per kilogram.

‎”Selain bahan pangan, harga barang penting lainnya juga relatif terkendali,” sambungnya.

seperti LPG 3 kilogram juga masih stabil di kisaran Rp20.000 per tabung.

Menurut Anjar, ketersediaan barang di pasar dalam kondisi cukup, menandakan distribusi logistik berjalan lancar tanpa adanya tekanan dari sisi pasokan maupun permintaan.

‎”Ketersediaan barang di pasar dinyatakan dalam kondisi cukup, menunjukkan distribusi logistik berjalan lancar dan belum ada tekanan dari sisi pasokan maupun permintaan”katanya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap diminta waspada terhadap potensi fluktuasi harga, terutama pada komoditas sensitif seperti cabai, bawang, telur, dan daging ayam yang rentan terhadap gangguan distribusi.

Pemantauan intensif akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *