Bikin Geger! Orang Utan Besar Muncul di Luar Solo Safari, Ternyata Ini Penyebabnya
Bikin Geger! Orang Utan Besar Muncul di Luar Solo Safari, Ternyata Ini Penyebabnya (JatengNOW/Dok)
SOLO, JATENGNOW.COM – Kemunculan orang utan berukuran besar di luar area Solo Safari, Kota Solo, Selasa (18/8/2026) sore, sempat membuat warga sekitar geger.
Satwa bernama Didi tersebut diketahui keluar dari area enclosure atau exhibit dan terlihat di sekitar jalan di sebelah barat tembok Solo Safari.
Kemunculan orang utan jantan berusia sekitar 30 tahun itu juga terekam dalam sejumlah video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman, Didi terlihat berada di sekitar area parkir hingga sempat menyenggol kendaraan warga.
Bahkan, satu sepeda motor dilaporkan sempat tersenggol. Selain itu, terdapat peralatan milik pedagang yang terdampak saat orang utan tersebut berada di area luar.
Namun, pihak Solo Safari memastikan kondisi Didi saat ini sehat dan telah kembali ke enclosure.
Kurator Solo Safari, Muhamad Nurdayanto atau Tanto, menjelaskan Didi diketahui tidak berada di enclosure saat dilakukan pengecekan sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebelumnya, pengecekan terakhir dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah mengetahui Didi tidak berada di area exhibit, tim langsung melakukan pencarian di lingkungan internal Solo Safari.
“Terus kita mendapatkan informasi 15.10 dia di area luar. Jadi kita langsung amankan,” ujar Tanto saat ditemui, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, proses pengamanan berlangsung cepat. Didi kemudian berhasil dibawa kembali ke enclosure dan kondisinya dipastikan baik.
“Sekarang teman-teman juga bisa melihat tadi orangutan kami Didi sehat walafiat dan tidak ada kendala apa pun,” jelasnya.
Didi Disebut Sangat Cerdas
Tanto mengatakan, keluarnya Didi dari area enclosure tidak disebabkan kerusakan pada sistem pengamanan.
Menurut dia, Solo Safari telah menerapkan pengamanan berlapis berupa gutters, pagar listrik (electric fence), pulau, hingga danau sebelum mencapai tembok pembatas.
Hasil pemeriksaan setelah kejadian juga menunjukkan seluruh peralatan masih berfungsi normal.
“Sudah kita cek, semua equipment dan peralatannya semuanya normal. Kabel listriknya juga normal,” katanya.
Tanto menyebut perilaku tersebut berkaitan dengan karakter orang utan yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi dan rasa ingin tahu yang besar.
Bahkan, Didi disebut mampu menemukan cara untuk melewati sejumlah penghalang yang telah disiapkan.
“Didi ini sangat curious, sangat ingin tahunya tinggi sekali. Jadi itu sebagai perilaku alamiah,” ungkapnya.
Pihak Solo Safari juga menduga Didi memanfaatkan benda-benda tertentu untuk melewati sistem pengamanan. Menurut Tanto, orang utan dapat menggunakan ranting atau benda lain untuk mengganggu fungsi pagar listrik.
“Dia tahu kalau ranting itu bisa grounding-in elektrik. Nah, dia bisa mengubur dan memasukkan itu ke dalam,” jelasnya.
Meski demikian, Tanto menegaskan hal tersebut masih menjadi bagian dari evaluasi dan pembelajaran tim dalam memahami perilaku satwa.
Didi Kooperatif Saat Dievakuasi

Beruntung, proses evakuasi Didi berlangsung tanpa kendala berarti. Orang utan tersebut justru disebut sangat kooperatif ketika didekati para keeper.
Tanto mengatakan, Didi sudah terbiasa dengan proses training and conditioning. Hal itu membuat satwa tersebut tidak panik atau melarikan diri ketika petugas melakukan pengamanan.
“Kalau kita lihat saat evakuasi itu sangat kooperatif. Kemarin juga Didi cukup kalem,” ujarnya.
Bahkan, petugas tidak perlu memancing Didi menggunakan makanan. Satwa tersebut cukup dipanggil dan kemudian mengikuti arahan animal keeper.
“Dia dipanggil saja sudah tahu,” katanya.
Dalam proses pengamanan, Solo Safari juga menggunakan blue dart atau perangkat anestesi khusus satwa untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman apabila diperlukan.
Tanto menegaskan, Didi tidak mengalami luka ataupun gangguan kesehatan setelah berhasil dikembalikan ke enclosure.
Pengamanan Akan Dievaluasi Lebih Intensif
Pasca kejadian tersebut, Solo Safari melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan dan perilaku Didi.
Pengecekan yang sebelumnya dilakukan secara rutin setiap pagi dan berkala akan diperketat. Pengelola juga akan meningkatkan pemantauan terhadap berbagai enrichment atau sarana stimulasi yang diberikan kepada satwa.
“Setiap hari kita evaluasi. Enrichment-nya kita evaluasi. Kemarin juga menjadi evaluasi bagi kami,” kata Tanto.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap satwa primata tidak hanya dilakukan setelah terjadi insiden. Perubahan perilaku dan kemampuan satwa juga harus dipantau setiap hari.
“Kalau di primata memang harus berkembang. Tidak hanya kejadian saja, enrichment-nya kita evaluasi. Setiap hari kita evaluasi,” jelasnya.
Terkait kondisi warga dan kendaraan yang terdampak, Tanto mengatakan pihak Solo Safari telah berupaya menemui pemilik kendaraan dan mengganti kerusakan barang milik pedagang yang terdampak.
Salah satunya gelas milik pedagang yang pecah saat Didi berada di area luar.
“Kemarin kita juga sudah menyamperin semua. Jadi tidak ada kendala di situ,” ujarnya.
Pihak Solo Safari juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang membantu memberikan informasi serta menjaga situasi tetap kondusif ketika Didi berada di luar area.
“Kami dari Solo Safari sangat-sangat berterima kasih. Sudah berpartisipasi dalam membantu Didi, orangutan kami, tetap kooperatif,” pungkas Tanto. (jn02)
