Bupati Rembang Jenguk Siswa Diduga Keracunan MBG, SPPG Soditan Disanksi 20 Hari

0
image

Bupati Rembang Jenguk Siswa Diduga Keracunan MBG, SPPG Soditan Disanksi 20 Hari (JatengNOW/Dok)

REMBANG, JATENGNOW.COM – Bupati Rembang Harno menjenguk sejumlah siswa SMA Negeri 1 Lasem yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Jumat (4/9/2026) sore. Para siswa tersebut diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Kecamatan Lasem.

Dalam kunjungannya, Harno menemui siswa yang dirawat beserta orang tua atau wali murid. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut sekaligus memastikan kondisi para korban.

“Jadi saya mohon maaf, karena kemarin saya belum bisa ke sini, karena kesibukan jadwal, ya baru ini bisa menjenguk,” ujar Harno.

Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk mengetahui secara langsung kronologi kejadian dan perkembangan penanganan para siswa. Pemkab Rembang turut menghimpun masukan dari pasien maupun orang tua sebagai bahan menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Harno menegaskan Pemkab Rembang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penyediaan hingga distribusi makanan MBG. Menurutnya, penerapan standar operasional prosedur (SOP) harus menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Pemkab Rembang akan mengevaluasi seluruh prosedur, agar standar operasional benar-benar diperhatikan. Mulai barang masuk, sampai distribusi, semua harus steril,” tegasnya.

Terkait biaya pengobatan, Harno memastikan para siswa yang menjalani perawatan tidak perlu khawatir mengenai pembiayaan. Menurutnya, biaya pengobatan pasien ditanggung melalui BPJS Kesehatan.

Pemkab Rembang juga telah berkoordinasi dengan pengelola SPPG untuk mengevaluasi bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG, termasuk pemilihan buah yang memiliki daya tahan relatif singkat.

“Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab akan adakan rapat koordinasi minimal sebulan sekali. Sebagai pengingat bersama. Buah misalnya, pilih buah yang aman. Kalau sekiranya cepat busuk, jangan,” ungkap Harno.

Selain evaluasi, SPPG Soditan Lasem disebut telah mendapatkan sanksi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sanksi tersebut berupa pemberhentian sementara operasional selama 20 hari.

Sementara itu, hingga Sabtu (5/9/2026) pagi, sebanyak 11 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem.

Dugaan gangguan kesehatan tersebut bermula pada Kamis (3/9/2026) pagi. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, lebih dari 700 siswa dan guru SMA Negeri 1 Lasem mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi menu MBG yang diterima sehari sebelumnya.

Meski demikian, dari ratusan siswa dan guru yang mengalami keluhan, tercatat 28 orang mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lasem. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *