Disparbud Jepara Sapu Bersih Sampah Lewat Gerakan Indonesia ASRI
Disparbud Jepara Sapu Bersih Sampah Lewat Gerakan Indonesia ASRI (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara mengambil langkah progresif dalam mempercantik dan menjaga kebersihan seluruh destinasi wisata di wilayah Bumi Kartini.
Menyambut Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, Disparbud Jepara melaksanakan aksi nyata bertajuk Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada Jumat (26/6/2026).
Gerakan ini tidak hanya dipusatkan di lingkungan kantor dinas, tetapi juga dilakukan serentak di berbagai objek wisata yang dikelola di Kabupaten Jepara.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Disparbud Jepara Ali Hidayat bersama Sekretaris Dinas Agus Priyadi. Seluruh jajaran staf, pelaku wisata, hingga pengelola destinasi turut dilibatkan dalam aksi bersih-bersih tersebut.
Mereka bergotong royong membersihkan area wisata, mulai dari sampah di kawasan utama hingga sudut-sudut yang selama ini kerap luput dari perhatian.
“Hari ini menjadi kick-off gerakan Indonesia ASRI. Kita bergerak serentak, mulai dari internal lingkungan kantor hingga menjangkau seluruh objek wisata yang kita kelola,” ujar Ali Hidayat.
Ali menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis atau musiman. Ke depan, Gerakan Indonesia ASRI akan dijadikan budaya kerja baru di lingkungan Disparbud Jepara.
Rencananya, aksi kebersihan akan rutin digelar dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Selasa dan Jumat. Seluruh karyawan di sektor pariwisata diwajibkan meluangkan waktu khusus untuk merawat lingkungan tempat mereka bertugas.
Menurut Ali, kebersihan destinasi wisata menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik wisatawan, terlebih di tengah persaingan sektor pariwisata yang semakin kompetitif.
“Daya tarik wisata itu bukan cuma soal keindahan alam, tapi bagaimana kita menyuguhkan tempat yang aman, sehat, resik, dan indah,” tegasnya.
Melalui gerakan ini, Disparbud Jepara berharap kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya tumbuh di kalangan pengelola wisata, tetapi juga masyarakat dan wisatawan yang datang berkunjung. (jn02)
