Dorong Gerakan Menabung Air! BPBD Jateng Siaga Hadapi Pancaroba dan Ancaman El Nino
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan (JatengNOW/Dok)
SEMARANG, JATENGNOW.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana pada masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang juga dipengaruhi fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa saat ini wilayah Jawa Tengah masih berada dalam fase transisi musim. Kondisi tersebut ditandai dengan potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang.
“Meski mulai memasuki kemarau, saat ini masih pancaroba. Potensinya hujan deras dan angin kencang masih bisa terjadi,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, fenomena El Nino berpotensi meningkatkan intensitas musim kemarau, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada 2026 hingga 2027, merujuk pada pola kejadian sebelumnya.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Jateng telah mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan sarana dan prasarana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Langkah yang dilakukan antara lain pembangunan sumur dalam, sistem penyediaan air minum (SPAM), serta penyiapan armada tangki air untuk distribusi ke wilayah terdampak.
Sejumlah daerah yang kerap mengalami krisis air bersih berdasarkan data historis antara lain Klaten, Sragen, Grobogan, Blora, dan Rembang, termasuk kawasan pantai utara.
Selain itu, BPBD juga mendorong masyarakat untuk menerapkan konsep “menabung air” sejak masih musim hujan, dengan menyiapkan tempat penampungan seperti tandon berkapasitas 2.000 hingga 5.000 liter sebagai cadangan saat kemarau.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan terhadap potensi bencana lain selama musim kemarau, seperti kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran permukiman.
Untuk itu, warga diimbau menyiapkan peralatan sederhana seperti alat pemadam api ringan dan pompa air, serta menjaga lingkungan dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
BPBD juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat, termasuk para pendaki dan komunitas pecinta alam, untuk tidak membuang sampah sembarangan atau puntung rokok yang dapat memicu kebakaran hutan.
Dengan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan dampak bencana pada masa pancaroba dan musim kemarau dapat diminimalkan, serta masyarakat tetap aman menghadapi perubahan cuaca ekstrem. (jn02)
