Edukasi Anti-Vandalisme! Kolaborasi Indaco, Rutan, dan Pemkot Sulap Tembok Rutan Solo Jadi Galeri Grafiti

0
IMG-20260425-WA0045

SOLO, JATENGNOW.COM – Wajah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Surakarta kini tampil lebih berwarna dan artistik. Tembok sisi timur dan barat yang sebelumnya polos, disulap menjadi kanvas raksasa penuh karya grafiti bernilai seni tinggi, sekaligus menjadi media edukasi anti-vandalisme bagi masyarakat.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Rutan Surakarta, Pemerintah Kota Surakarta, serta PT Indaco Warna Dunia sebagai pendukung penyedia material dan fasilitator kegiatan. Sejumlah seniman grafiti dari berbagai kota seperti Solo, Jakarta, Yogyakarta, hingga Semarang turut ambil bagian dalam proyek kreatif tersebut.

Pantauan di lokasi, para seniman menuangkan kreativitas mereka melalui beragam visual yang mengangkat tema budaya, nasionalisme, hingga pesan sosial. Perpaduan warna cerah dan komposisi artistik membuat kawasan sekitar rutan tampak lebih hidup dan menarik perhatian masyarakat.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi positif antara pemerintah, swasta, dan komunitas seni dalam membangun wajah kota.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang sangat positif dari rutan. Ini bukan hanya menjadi ruang berekspresi bagi seniman grafiti, tetapi juga bagian dari komitmen mendukung Surakarta sebagai kota budaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, grafiti yang terkonsep dan terkurasi dengan baik mampu mengubah stigma negatif terhadap seni jalanan. Jika sebelumnya identik dengan coretan liar, kini grafiti justru menjadi media komunikasi visual yang menyampaikan nilai budaya dan identitas kota.

Astrid juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menata kawasan kota secara berkelanjutan. Pemerintah Kota Surakarta, lanjutnya, terbuka terhadap berbagai kerja sama yang dapat mempercantik kota sekaligus menanamkan nilai karakter kepada masyarakat.

Selain itu, Pemkot berencana memperluas ruang-ruang legal bagi seniman grafiti. Selama ini, ruang seni grafiti di Solo masih terpusat di kawasan Gatot Subroto. Ke depan, ruang kreatif tersebut akan diperbanyak agar semakin banyak seniman dapat berkarya secara legal.

Bahkan, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemkot tengah menyiapkan kompetisi grafiti bertema “Harmony of Solo” untuk mengisi ruang publik dengan karya yang mencerminkan nilai toleransi dan budaya.

“Ini juga bagian dari edukasi masyarakat. Selain penindakan terhadap vandalisme, kami menyediakan solusi berupa ruang ekspresi yang legal dan positif,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Indaco Warna Dunia menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 20 seniman grafiti. Masing-masing menggarap bidang sepanjang kurang lebih empat meter, dengan total karya mencapai sekitar 40 meter di sisi barat dan 40 meter di sisi timur tembok rutan.

Ia menegaskan, setiap karya tidak hanya mengedepankan estetika visual, tetapi juga mengandung pesan moral, budaya, dan nasionalisme.

“Grafiti bisa menjadi media edukasi yang kuat untuk menyampaikan pesan positif jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Rutan Surakarta tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi sekaligus wadah ekspresi bagi para seniman, serta mengajak masyarakat untuk lebih menghargai seni dan menjaga estetika kota. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *