Gegana Polda Jateng Evakuasi Benda Mirip Mortir dari Keraton Surakarta, 13 Lokasi Disisir

0
image

Gegana Polda Jateng Evakuasi Benda Mirip Mortir dari Keraton Surakarta, 13 Lokasi Disisir (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Benda mencurigakan yang diduga mortir ditemukan abdi dalem di kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat, Selasa (20/10/2026). Benda menyerupai granat manggis itu ditemukan saat kegiatan pembersihan di area belakang Bangsal Marcukudo atau Panti Pidono yang masuk zona revitalisasi Kementerian Kebudayaan RI.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada kepolisian. Polresta Surakarta kemudian berkoordinasi dengan tim penjinak bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi.

Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko, yang akrab disapa Mbah Con, mengatakan benda tersebut ditemukan oleh abdi dalem bersama petugas revitalisasi ketika sedang membersihkan area kompleks keraton.

“Awalnya abdi dalem dan petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan benda tersebut,” ujar Mbah Con di lokasi, Selasa (20/10/2026).

Setelah menemukan benda itu, abdi dalem dan petugas revitalisasi melaporkannya melalui layanan darurat 110 serta Polsek Pasar Kliwon.

Laporan diterima Polresta Surakarta sekitar pukul 15.00 WIB. Condro kemudian mendatangi lokasi untuk memeriksa situasi sekitar pukul 15.07 WIB.

Petugas selanjutnya meminta bantuan Brimob Polda Jateng untuk melakukan penyisiran dan mengevakuasi benda yang diduga mortir tersebut.

“Saat ditemukan, granat tersebut dalam kondisi tertimbun tanah dan berkarat, sehingga memerlukan penanganan khusus dari tim Jibom Brimob Polda Jawa Tengah,” terangnya.

Selain mengevakuasi benda mencurigakan itu, petugas juga melakukan penyisiran dan sterilisasi di 13 lokasi di kompleks Keraton Surakarta. Sejumlah area yang diperiksa di antaranya Keraton Kilen, Keputren, hingga Ndalem Ageng.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang berpotensi membahayakan abdi dalem maupun petugas yang bekerja di kawasan revitalisasi.

Benda yang diduga mortir itu diperkirakan merupakan peninggalan masa perang kemerdekaan Indonesia. Namun, dugaan tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Condro juga mengingatkan para abdi dalem dan petugas revitalisasi agar tidak memindahkan benda mencurigakan apabila kembali menemukan barang serupa. Benda tersebut sebaiknya dibiarkan di tempat dan segera dilaporkan kepada petugas.

Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 110 atau melaporkan temuan kepada Polsek Pasar Kliwon untuk mendapatkan penanganan.

“Untuk kenyamanan bersama, kita juga meningkatkan pengamanan di kompleks Keraton Surakarta selama proses revitalisasi berlangsung, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Penemuan tersebut menjadi perhatian petugas, terutama karena berlangsung di tengah kegiatan revitalisasi kawasan bersejarah. Pemeriksaan lanjutan dan peningkatan pengamanan dilakukan untuk menjaga keselamatan orang-orang yang beraktivitas di lingkungan keraton. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *