Indonesia Borong 16 Medali di World Para Athletics Grand Prix Meksiko, Atlet Bali Pecahkan Rekor Dunia
Tim universal relay Indonesia berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala, Meksiko. Tim para atletik Indonesia sukses memborong 15 medali dan satu perak dalam kejuaraan yang berlangsung tanggal 21 Juli hingga 24 Juli 2026 ini. NPC INDONESIA
SOLO, JATENGNOW.COM – Tim para atletik Indonesia mencatatkan prestasi gemilang pada ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 yang berlangsung di Tlaxcala, Meksiko, pada 21–24 Juli 2026. Kontingen Merah Putih sukses membawa pulang 16 medali, terdiri atas 15 medali emas dan 1 medali perak, sekaligus menempati posisi runner-up klasemen akhir.
Indonesia hanya kalah dari tuan rumah Meksiko yang menurunkan ratusan atlet dan mengoleksi 99 medali emas, 101 medali perak, serta 81 medali perunggu.
Salah satu penampilan terbaik ditunjukkan Nanda Mei Sholihah. Atlet klasifikasi T47 tersebut mempersembahkan tiga medali emas, masing-masing dua dari nomor individu dan satu dari nomor estafet.
Prestasi serupa juga ditorehkan Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim yang masing-masing meraih dua medali emas dari nomor individu.
Sementara medali emas lainnya dipersembahkan oleh Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan Suparni Yati. Adapun satu-satunya medali perak Indonesia diraih Jaenal Aripin.
Pelatih tim para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengapresiasi pencapaian para atlet yang dinilainya merupakan hasil dari program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang.
“Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Menurut Setyo, hasil di Meksiko menjadi modal penting bagi tim Indonesia. Selain mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028, kejuaraan tersebut juga menjadi ajang uji coba terakhir sebelum tampil di Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
“Timing-nya tepat sekali. Kita masih memiliki waktu tiga bulan menuju Asian Para Games. Kita akan kembangkan lagi agar performa para atlet mencapai puncaknya di Nagoya nanti,” katanya.
Kadek Pecahkan Rekor Dunia
Salah satu sorotan utama datang dari atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa, yang berhasil memecahkan rekor dunia nomor lempar cakram klasifikasi F57.
Kadek mencatatkan lemparan sejauh 48,68 meter, melampaui rekor dunia sebelumnya milik atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos, yang bertahan di angka 48,55 meter.
“Sebenarnya tidak menyangka bisa pecah rekor. Saya hanya berusaha melempar semampunya, tetapi ternyata hasilnya justru memecahkan rekor dunia. Tentunya saya sangat senang,” ujar Kadek.
Ia mengungkapkan perjalanan panjang menuju Meksiko dan perbedaan makanan menjadi tantangan tersendiri selama mengikuti kejuaraan. Namun, kendala tersebut dapat diatasi berkat waktu istirahat yang cukup dan bekal makanan yang dibawa dari Indonesia.
“Kendala yang pertama perjalanan sangat panjang, solusinya istirahat yang cukup. Untuk makanan, kami membawa bekal dari Indonesia sehingga bisa menyesuaikan,” jelasnya.
Nanda Bidik Asian Para Games
Sementara itu, Nanda Mei Sholihah juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor Asia nomor lari 100 meter klasifikasi T47 serta memperbaiki catatan waktu terbaik pribadinya di nomor 200 meter.
Menurut Nanda, persiapan panjang yang dijalani selama pelatnas membuatnya lebih siap menghadapi kompetisi internasional.
“Sebenarnya lawan terberat adalah diri sendiri karena harus melawan rasa takut. Namun dengan persiapan yang matang, alhamdulillah hasilnya sesuai harapan,” katanya.
Keberhasilan tersebut semakin memotivasi Nanda menghadapi Asian Para Games 2026. Ia menargetkan tampil maksimal pada nomor 100 meter, 200 meter, dan estafet.
“Harapan saya bisa tampil lebih baik lagi, mencapai target pribadi, bahkan memecahkan rekor-rekor yang sudah ada,” pungkasnya. (jn02)
