NPC Indonesia Apresiasi Kapolri Cup 2026, Atlet Disabilitas Kini Punya Panggung Nasional
Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Ukun Rukaendi (kanan) memberikan keterangan dalam sesi konferensi pers kejuaraan bulu tangkis Kapolri Cup 2026 di Kantor Divhumas Polri, Jakarta, Jumat (24/07/2026). Kejuaraan ini akan menghadirkan kategori atlet disabilitas dan berlangsung 27-31 Juli 2026 di Jakarta. NPC INDONESIA/ Mochamad Refo
JAKARTA, JATENGNOW.COM – National Paralympic Committee (NPC) Indonesia mengapresiasi langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menghadirkan kategori khusus atlet penyandang disabilitas dalam kejuaraan bulu tangkis Kapolri Cup 2026.
Kehadiran kategori tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam mendukung olahraga disabilitas sekaligus memberikan kesempatan bagi atlet para bulu tangkis untuk tampil dan mengasah kemampuan di ajang kompetitif tingkat nasional.
Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Ukun Rukaendi, menyebut kebijakan tersebut menjadi sejarah baru bagi NPC Indonesia karena atlet disabilitas untuk pertama kalinya mendapat ruang dalam kompetisi nasional yang digelar Polri.
“Ini merupakan sejarah bagi NPC Indonesia. Kita diberikan ruang untuk berada di sebuah kompetisi tingkat nasional. Kami mengucapkan terima kasih kepada institusi Polri dan Bapak Kapolri yang telah memberikan perhatian, apresiasi, serta pengakuan kepada atlet-atlet disabilitas dengan menghadirkan ruang dan kesetaraan,” ujar Ukun, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kejuaraan tersebut juga akan memperkenalkan NPC Indonesia lebih luas kepada masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi atlet senior maupun atlet potensial dari berbagai daerah.
Ajang bulu tangkis Kapolri Cup 2026 akan berlangsung di Jakarta pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Untuk kategori disabilitas, panitia membuka enam nomor pertandingan yang akan diikuti 70 atlet terbaik dari 10 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Riau.
Kejuaraan tersebut juga akan diikuti sejumlah atlet nasional yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Asian Para Games 2026, di antaranya Leani Ratri Oktila dari Riau, Khalimatus Sadiyah dari Jawa Timur, Qonitah Ikhtiar Syakuroh dari DIY, Subhan dari Jawa Tengah, serta Hikmat Ramdani dari Jawa Barat.
Ukun menjelaskan, peserta yang tampil merupakan atlet-atlet yang telah melalui proses klasifikasi nasional maupun internasional sehingga seluruhnya merupakan atlet terbaik Indonesia.
“Kejuaraan untuk atlet disabilitas membutuhkan proses klasifikasi yang tidak mudah. Karena itu, atlet yang bertanding adalah mereka yang sudah terklasifikasi secara nasional maupun internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Seksi Humas dan Dokumentasi Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, mengatakan kolaborasi dengan NPC Indonesia menjadi bagian dari komitmen Polri untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang inklusif.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan kegiatan olahraga yang inklusif dan memberikan ruang bagi atlet penyandang disabilitas untuk berpartisipasi sekaligus berprestasi,” kata Ahmad Ramadhan.
Selain kategori disabilitas, Kapolri Cup 2026 juga mempertandingkan kategori khusus anggota Polri serta kategori umum yang diselenggarakan bekerja sama dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Ahmad berharap sinergi antara Polri, PBSI, dan NPC Indonesia mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga nasional sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Dengan kolaborasi bersama PBSI dan NPC Indonesia serta dukungan seluruh pihak, kami berharap Kapolri Cup 2026 berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat,” pungkasnya. (jn02)
