Mangkunegaran Sambut 1 Sura Be 1960 dengan Tirakat 24 Jam Bertajuk “Mulih Pulih”

0
PMN00679

Mangkunegaran Sambut 1 Sura Be 1960 dengan Tirakat 24 Jam Bertajuk “Mulih Pulih” (JatengNOW/Dok)

SOLO, JATENGNOW.COM – Pura Mangkunegaran akan memasuki Tahun Baru Jawa 1 Sura Be 1960 dengan rangkaian tirakat selama 24 jam bertajuk “Mulih Pulih”, yang digelar pada 16–17 Juni 2026. Kegiatan ini bukan dirancang sebagai perayaan atau festival, melainkan sebagai laku spiritual untuk menghayati pergantian tahun Jawa melalui refleksi, keheningan, dan pemulihan diri.

Dalam tradisi Jawa, malam 1 Sura dikenal sebagai momentum untuk melepaskan masa lalu (Atita), hadir sepenuhnya di masa kini (Atiki), dan menyambut masa depan (Anagata). Tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Tahun Be, tahun keenam dalam siklus windu delapan tahunan Jawa yang identik dengan refleksi dan penyusunan ulang kehidupan.

Ketua Panitia Penyelenggara 1 Sura Be 1960, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, mengatakan tema “Mulih Pulih” mengandung makna perjalanan kembali ke akar diri dan budaya sebagai jalan menuju pemulihan batin.

“1 Sura bukan tontonan, bukan pula festival. Ini adalah undangan untuk mulih-hadir, melepaskan, dan menyambut. Tahun Be ini membawa kedalaman tersendiri karena menandai waktu untuk menyusun ulang diri. Kami berharap siapa pun yang hadir benar-benar menemukan pulih-nya,” ujarnya.

Menurut Marina, konsep “Mulih” memiliki tiga lapisan makna. Pertama, kembali secara geografis ke Solo dan Pura Mangkunegaran. Kedua, kembali kepada identitas budaya yang sarat nilai tirakat dan laku. Ketiga, kembali ke dalam diri menuju keheningan yang menghadirkan pemulihan.

Tirakat 24 Jam dalam Tiga Fase

Mangkunegaran Sambut 1 Sura Be 1960 dengan Tirakat 24 Jam Bertajuk “Mulih Pulih” (JatengNOW/Dok)

Rangkaian kegiatan dibagi menjadi tiga fase utama yang saling berkesinambungan.

Fase pertama, Atita, berlangsung pada 16 Juni 2026 sebagai tahap melepaskan masa lalu. Kegiatan diawali doa bersama dan santap sore (mutih) di Pracima Tuin sebagai bentuk syukur sekaligus pembuka tirakat.

Selanjutnya, tamu akan diajak mengunjungi pameran instalasi Surakusuma di Bale Sisworini yang dipersembahkan oleh Sanasuka, bagian dari Abdi Muda Mangkunegaran. Pameran tersebut mengangkat pengalaman menelusuri dimensi waktu Atita, Atiki, dan Anagata. Pameran akan terbuka untuk masyarakat sepanjang Juni 2026.

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Kirab Pusaka Dalem, prosesi tahunan yang membawa pusaka keraton mengelilingi tembok luar Pura Mangkunegaran dalam suasana tapa bisu.

Memasuki tengah malam, fase kedua yaitu Atiki digelar melalui ritual Semedi di Pendhapa Ageng dan Dalem Ageng. Ritual ini menjadi puncak tirakat malam 1 Sura sebagai ruang hening untuk hadir sepenuhnya pada saat ini.

Sementara itu, fase ketiga yaitu Anagata dilaksanakan pada 17 Juni 2026 sebagai simbol menyambut masa depan. Kegiatan diawali dengan Laku Catur Sembah saat fajar, dilanjutkan penulisan kartu harapan, serta ditutup dengan sesi Larasati, meditasi napas dan harmoni hasil kolaborasi dengan Terigu Studio dan Bottlesmoker.

Rangkaian tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman spiritual yang berakar pada tradisi Jawa, sebagai cara tubuh, jiwa, dan kesadaran menyambut perjalanan baru.

Melalui tema “Mulih Pulih”, Mangkunegaran mengajak masyarakat untuk memaknai 1 Sura sebagai momentum kembali kepada diri sendiri, merefleksikan perjalanan hidup, dan menemukan ruang pemulihan dalam keheningan. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *