MBG Prasmanan Mulai Diuji Coba di Jepara, Wabup Pastikan Kualitas dan Keamanan Pangan

0
IMG-20261008-WA0029

JEPARA, JATENGNOW.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara mulai menguji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan. Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar turun langsung memantau pelaksanaan untuk memastikan penyajian makanan memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

Monitoring dilakukan di SD Kanisius Kauman Jepara, Kamis (8/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wabup didampingi sejumlah jajaran terkait, mulai dari Asisten I Sekda Jepara, staf ahli, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian, Camat Jepara bersama Satgas MBG Kecamatan, hingga Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Jepara.

Pola prasmanan tersebut masih dalam tahap uji coba. Dari sembilan sekolah yang menjadi sasaran penerapan pola baru, untuk sementara baru SD Kanisius Kauman Jepara yang menjalani trial.

Pada tahap ini, layanan prasmanan juga masih dibatasi untuk siswa kelas IV, V, dan VI.

Para siswa mengambil makanan secara langsung dari meja prasmanan yang telah disiapkan. Proses tersebut tetap diawasi agar berjalan tertib serta memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan.

Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan menu yang terdiri atas nasi, lauk, sayuran, dan buah. Makanan disajikan menggunakan wadah serta peralatan makan yang telah disiapkan.

Petugas maupun siswa yang terlibat dalam proses pelayanan juga diwajibkan menggunakan perlengkapan pelindung, seperti penutup kepala, masker, dan sarung tangan.

Uji coba tersebut sebelumnya telah berjalan selama empat hari. Monitoring dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan di lapangan sekaligus menemukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengatakan, evaluasi tidak hanya berkaitan dengan menu makanan yang diberikan kepada siswa.

“Yang kita lihat bukan hanya makanannya, tetapi juga bagaimana proses penyajiannya, kebersihan, keamanan pangan, serta bagaimana anak-anak mengambil makanan dengan tertib dan sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Menurutnya, tahap uji coba diperlukan untuk memastikan sistem prasmanan dapat berjalan efektif dan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah.

Hasil monitoring dan evaluasi nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menyempurnakan sistem sebelum diterapkan di sekolah lain.

Pemerintah Kabupaten Jepara bersama BGN dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait terus melakukan koordinasi dalam pelaksanaan program tersebut.

Koordinasi mencakup seluruh tahapan, mulai dari penyediaan makanan, distribusi hingga proses penyajian dan konsumsi oleh siswa.

Melalui pola prasmanan, siswa tidak hanya diharapkan mendapatkan asupan makanan bergizi, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk membangun kebiasaan makan yang sehat dan tertib.

Siswa juga dilatih mengambil makanan sesuai kebutuhan serta belajar bertanggung jawab terhadap makanan yang dikonsumsi.

Pemkab Jepara berharap hasil uji coba tersebut dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas sistem prasmanan sekaligus memastikan aspek kualitas dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas sebelum penerapan diperluas ke sekolah lainnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *