Pemkab Rembang Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dengan Pendekatan Humanis

0
IMG-20260513-WA0028

REMBANG, JATENGNOW.COM – Pemerintah Kabupaten Rembang menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana sekaligus meningkatkan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, usai mengikuti Gelar Pasukan HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-64 Satlinmas, dan HUT ke-107 Damkar tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 di Stadion Sriwedari Surakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Luthfi, pendekatan persuasif dan humanis menjadi bagian penting dalam pelayanan kebencanaan maupun penanganan kondisi darurat di tengah masyarakat.

“BPBD tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga membangun komunikasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana,” ujarnya.

Ia mengatakan tantangan kebencanaan saat ini semakin kompleks, mulai dari cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran lahan, hingga kebakaran permukiman. Karena itu, kesiapan personel dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam penanganan bencana.

“Kolaborasi dengan TNI, Polri, relawan, pemerintah desa, hingga masyarakat terus kami perkuat. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri,” tambahnya.

Selain penguatan koordinasi, BPBD Rembang juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan simulasi kebencanaan secara berkala.

Langkah tersebut dilakukan agar petugas mampu bekerja cepat, tepat, serta tetap mengutamakan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat saat terjadi situasi darurat.

Luthfi menambahkan, pihaknya juga mendorong penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat melalui edukasi kesiapsiagaan di tingkat desa.

“Peran masyarakat sangat penting, terutama dalam deteksi dini dan respons awal saat terjadi bencana. Kami ingin membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Rembang,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno meminta jajaran Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar di seluruh daerah untuk mengedepankan pendekatan dialogis, edukatif, dan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko bencana, peningkatan kapasitas SDM, serta modernisasi sarana dan prasarana layanan kedaruratan agar pelayanan publik semakin optimal. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *