Perekaman e-KTP Pemula di Rembang Capai 98,95 Persen, Masih Ada 5.000 Warga Belum Terjangkau
REMBANG, JATENGNOW.COM – Pelayanan perekaman KTP elektronik (e-KTP) bagi pemilih pemula di Kabupaten Rembang telah mencapai 98,95 persen. Untuk menjangkau warga yang belum melakukan perekaman, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) terus memperluas layanan jemput bola ke sekolah-sekolah dan desa.
Program tersebut memudahkan masyarakat, terutama pelajar yang telah memenuhi syarat usia serta warga di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan, untuk memiliki dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dindukcapil Rembang, Sudarsono, mengatakan masih ada sekitar 5.000 penduduk yang perlu dijangkau untuk menyelesaikan perekaman e-KTP pemula.
Menurutnya, sebagian warga yang tinggal di kawasan pegunungan dan wilayah pinggiran terkendala jarak maupun waktu untuk mengurus perekaman secara mandiri.
“Biasanya kan orang yang kerja dan tinggal di pegunungan, pinggiran yang jauh dari kantor kecamatan enggan untuk datang ke kecamatan ngurus rekam. Kemarin kita waktu ke desa banyak juga pemuda yang ikut perekaman, apalagi yang kita ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.
Karena itu, petugas Dindukcapil mendatangi langsung desa dan sekolah untuk memberikan pelayanan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu warga yang memiliki keterbatasan akses sekaligus mempercepat penyelesaian target perekaman.
Sudarsono menyebut pelayanan di sekolah telah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Rembang. Agenda serupa dijadwalkan kembali berlangsung di sekolah lain pada pekan berikutnya.
Pelayanan di lingkungan sekolah mendapat sambutan positif dari pihak pendidikan. Guru SMK Negeri 1 Rembang, Afisah, menilai layanan tersebut membantu siswa yang membutuhkan e-KTP, terutama untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja setelah lulus.
Menurutnya, dokumen kependudukan menjadi salah satu persyaratan yang dibutuhkan ketika siswa melamar pekerjaan. Namun, keterbatasan waktu kerap membuat mereka kesulitan mengurus perekaman secara mandiri di kantor pelayanan.
Dengan adanya petugas yang datang ke sekolah, siswa dapat melakukan perekaman tanpa harus meninggalkan kegiatan belajar untuk mengurus dokumen di luar lingkungan sekolah.
“Sangat membantu, apalagi siswa IX kan persiapan untuk melamar kerja. Kemudian memfasilitasi anak agar tidak ijin, untuk mengurus KTP,” pungkasnya.
Melalui layanan jemput bola, Dindukcapil Rembang berharap sisa warga yang belum melakukan perekaman dapat segera terjangkau. Upaya ini sekaligus mempermudah generasi muda memperoleh dokumen kependudukan yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan, termasuk pendidikan dan pekerjaan. (jn02)
