Ratusan LPJU Dipasang di Rembang, Jalur Pantura hingga Sulang–Sumber Jadi Prioritas
Ratusan LPJU Dipasang di Rembang, Jalur Pantura hingga Sulang–Sumber Jadi Prioritas (JatengNOW/Dok)
REMBANG, JATENGNOW.COM – Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat penerangan jalan umum (LPJU) di sejumlah titik yang masih minim lampu. Pada tahun 2026, ratusan titik ditargetkan tersentuh pemasangan LPJU melalui kombinasi bantuan pemerintah pusat dan anggaran daerah.
Kepala Seksi Pembangunan Prasarana Dinas Perhubungan Rembang, Ariyanto, menyebutkan tahun ini pihaknya mendapat bantuan 132 unit LPJU dari Kementerian Perhubungan.
“Program ini berasal dari pusat, daerah hanya sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan di lapangan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ratusan lampu tersebut akan dipasang di tiga jalur utama. Sebanyak 82 unit ditempatkan di jalur Pantura dari batas Kota Rembang hingga Kecamatan Bulu yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban. Kemudian 35 unit dipasang di ruas menuju perbatasan Blora, serta 15 unit lainnya di jalur Simpang 3 Timur Jalan Lingkar Pati hingga batas kota.
Selain itu, proyek dari Kementerian Perhubungan juga mencakup pembangunan satu unit lampu lalu lintas (traffic light) di perempatan Landoh, Kecamatan Sulang. Saat ini, pekerjaan di lokasi tersebut sudah mulai berjalan.
“Untuk traffic light di Landoh, proses pondasi dan galian sudah dimulai,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkab Rembang juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta dari APBD 2026 untuk menambah LPJU. Anggaran tersebut dibagi dalam dua paket pekerjaan dengan estimasi pembangunan 15 hingga 20 unit lampu.
Salah satu prioritas pemasangan dari APBD berada di ruas Sulang–Sumber. Lokasi tersebut dinilai masih memiliki banyak titik gelap meski kondisi jalannya sudah diperbaiki melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Ruas Sulang–Sumber jadi prioritas karena jalannya sudah bagus, tapi penerangannya masih kurang,” tambah Ariyanto.
Saat ini, proyek LPJU dari APBD masih dalam tahap perencanaan dan administrasi. Jika berjalan lancar, pekerjaan fisik ditargetkan mulai pada Juni hingga Juli 2026.
Sementara itu, bantuan dari pemerintah provinsi pada tahun ini masih terbatas pada pengerjaan marka jalan seluas sekitar 3.000 meter persegi. Untuk tambahan penerangan jalan maupun suku cadang LPJU, belum ada dukungan signifikan. (jn02)
