Jelang Iduladha, Pemprov Jateng Pastikan Ternak Sehat Lewat Program Healing
Jelang Iduladha, Pemprov Jateng Pastikan Ternak Sehat Lewat Program Healing (JatengNOW/Dok)
SRAGEN, JATENGNOW.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan produksi daging ternak tetap aman dan terbebas dari penyakit menjelang Hari Raya Iduladha. Upaya tersebut diperkuat melalui program Kesehatan Hewan Keliling (Healing) yang memberikan layanan langsung kepada peternak.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa populasi ternak di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,3 juta ekor. Jumlah tersebut dinilai mampu mencukupi kebutuhan daerah sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Program Healing memberikan berbagai layanan gratis, mulai dari pengobatan, vaksinasi, hingga pemeriksaan kebuntingan ternak. Selain itu, program ini juga menyediakan bantuan pakan bagi ternak terdampak bencana serta memanfaatkan teknologi seperti ultrasonografi mobile.
“Kami melakukan pengecekan karena menjelang Iduladha. Kami tidak ingin ada penyakit pada ternak,” ujar Luthfi saat meninjau kegiatan di Sragen, Rabu (15/4/2026).
Dari sisi produksi, Jawa Tengah tercatat sebagai salah satu penyumbang utama kebutuhan protein nasional. Produksi daging berkontribusi sekitar 18,83 persen secara nasional, disusul telur sebesar 13,1 persen dan susu 9,4 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan bahwa kebutuhan daging untuk Iduladha diperkirakan sekitar 9 persen dari total populasi ternak. Sementara untuk kebutuhan harian, suplai dinilai tetap aman, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.
Ia juga menyebutkan bahwa sektor unggas di Jawa Tengah menunjukkan surplus produksi dengan jumlah mencapai sekitar 732 juta ekor.
“Untuk kebutuhan harian maupun Iduladha sudah kami antisipasi. Jateng bahkan mengalami kelebihan suplai,” jelasnya.
Terkait pengendalian penyakit, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Tengah dilaporkan semakin terkendali, dengan jumlah kasus yang sangat minim dan telah ditangani oleh tenaga medis.
Program Healing pun mendapat apresiasi dari para peternak. Salah satunya Agus Kiswanto, peternak asal Desa Krikilan, yang merasakan manfaat langsung dari layanan kesehatan ternak tersebut.
Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna melindungi peternak kecil dari risiko penyakit ternak, terutama setelah pengalaman wabah PMK yang sempat merugikan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Jawa Tengah optimistis ketersediaan dan kualitas ternak tetap terjaga, sekaligus mendukung stabilitas pasokan pangan di tingkat daerah maupun nasional. (jn02)
