Kawasan Industri Batang Serap 18 Ribu Tenaga Kerja, Jateng Tekan Pengangguran
Kawasan Industri Batang Serap 18 Ribu Tenaga Kerja, Jateng Tekan Pengangguran (JatengNOW/Dok)
BATANG, JATENGNOW.COM — Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap perekonomian Jawa Tengah, khususnya dalam menekan angka pengangguran. Hingga saat ini, kawasan tersebut telah menyerap sedikitnya 18.390 tenaga kerja.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa pertumbuhan kawasan industri di Batang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi di kawasan ini terus meningkat dan mampu menjadi penopang perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya saat mendampingi kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas di KEK Industropolis Batang, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, pengembangan KITB tidak hanya berfokus pada sektor industri, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor lain seperti pariwisata. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah yang mengedepankan konsep pariwisata terintegrasi dengan ekonomi syariah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan kawasan industri nasional.
“Kawasan ini layak menjadi percontohan, bahkan memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan kawasan industri bertaraf internasional,” ungkapnya.
Ia juga menyebut, tidak berlebihan jika kawasan ini ditargetkan menjadi “Shenzhen-nya Indonesia”, mengingat pesatnya perkembangan sektor industri dan teknologi di dalamnya.
Direktur Utama Industropolis Batang, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan, menjelaskan bahwa komposisi industri di kawasan tersebut cukup berimbang antara padat karya dan berbasis teknologi.
“Saat ini industri yang berkembang terdiri dari 47 persen padat karya dan 53 persen padat teknologi, dengan total 93 tenant dan nilai investasi mencapai Rp23 triliun,” jelasnya.
Selain itu, kawasan ini juga terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari data center, kawasan hunian, hingga pusat olahraga dan komersial.
“Kami juga menyiapkan pengembangan twin parks seluas 500 hektare serta berbagai fasilitas penunjang seperti sport center, rusunawa, hingga kawasan komersial,” tambahnya.
Dengan pengembangan yang masif dan terintegrasi, KITB Batang diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global. (jn02)
