Ngaku Cuma Iseng Demi Konten, Lima ABG Pemeran Pocong di Pati Dibina Polisi
Ngaku Cuma Iseng Demi Konten, Lima ABG Pemeran Pocong di Pati Dibina Polisi (JatengNOW/Dok)
PATI – Lima remaja yang sempat membuat geger warga terkait aksi pemeran pocong di wilayah Kecamatan Tlogowungu akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf setelah diamankan petugas, Selasa (26/5/2026).
Kelima remaja tersebut masing-masing berinisial IR (16), ASM (15), RIA (13), IM (13), dan HM (15), yang seluruhnya merupakan warga Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Mereka diamankan petugas Polsek Tlogowungu untuk dimintai keterangan terkait video pocong yang sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam proses pembinaan tersebut, para remaja hadir didampingi orang tua masing-masing guna memberikan penjelasan terkait aksi yang dilakukan.
Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tlogowungu Mujahid menegaskan bahwa video yang beredar bukanlah video pocong membawa parang seperti yang ramai diperbincangkan masyarakat.
“Setelah dilakukan klarifikasi, kami tegaskan bahwa video yang beredar itu bukan video pocong membawa parang seperti yang sempat ramai diperbincangkan. Berdasarkan pengakuan para remaja yang terlibat, aksi itu hanya dibuat untuk bercandaan karena terpengaruh konten yang sedang ramai di media sosial,” ujar AKP Mujahid.
Dari hasil klarifikasi diketahui aksi tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap warga sekitar.
Perbuatan mereka dinilai dapat memicu rasa takut dan keresahan, terutama bagi masyarakat yang tidak mengetahui maksud dari aksi tersebut.
Di hadapan petugas dan orang tua, IR sebagai pemeran pocong bersama rekan-rekannya mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Tlogowungu.
Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu resah. Setiap informasi yang beredar sebaiknya dicek terlebih dahulu kebenarannya, sehingga tidak menimbulkan keresahan atau kesalahpahaman di lingkungan masyarakat,” lanjut AKP Mujahid.
Menurutnya, pihak kepolisian telah memberikan pembinaan kepada para remaja tersebut dengan pendekatan humanis karena seluruhnya masih berstatus anak di bawah umur.
“Kami bersama orang tua telah melakukan pembinaan kepada anak-anak yang terlibat agar tidak mengulangi perbuatannya. Ini menjadi pelajaran penting bahwa tindakan iseng sekalipun bisa berdampak luas dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” katanya.
AKP Mujahid juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun menemukan gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.
“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan, mengalami keadaan darurat, atau menemukan gangguan kamtibmas, silakan segera menghubungi kantor kepolisian terdekat atau layanan Call Center 110 agar bisa segera ditindaklanjuti petugas,” pungkasnya. (jn02)
