Marak Live “Pocong Jadi-Jadian” Viral, Polda Jateng: Jangan Kejar Views dengan Konten Meresahkan

0
WhatsApp Image 2025-03-13 at 17.24.30_b115a5c0

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto (JatengNOW/Dok)

SRAGEN, JATENGNOW.COM – Viral aksi live TikTok bertema “pocong jadi-jadian” di Kabupaten Sragen membuat aparat kepolisian turun tangan. Tiga pelajar yang membuat konten horor demi mengejar popularitas dan gift di media sosial akhirnya diamankan polisi setelah aksinya meresahkan warga.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak membuat konten yang menimbulkan keresahan publik hanya demi viralitas di media sosial.

“Kami tegaskan kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak membuat konten-konten menyesatkan, menakutkan ataupun aksi sensasional yang dapat meresahkan warga hanya demi mengejar viewers, likes maupun gift di media sosial. Ruang digital harus digunakan secara positif, kreatif dan bertanggung jawab,” ujar Kombes Pol Artanto, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, konten sensasional semacam itu dapat berdampak luas, mulai dari gangguan ketertiban masyarakat hingga potensi kecelakaan maupun tindak kriminal akibat kesalahpahaman di lapangan.

Polda Jateng juga meminta orang tua, sekolah, dan lingkungan masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak agar tidak terjebak tren konten ekstrem demi popularitas.

Kasus ini mencuat setelah aksi live TikTok “pocong jadi-jadian” viral di media sosial pada Kamis dini hari. Konten tersebut dilakukan tiga pelajar di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder, Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan, peristiwa bermula saat sejumlah pelajar berkumpul di Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, Sragen, pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Mereka kemudian menyiapkan atribut dan kostum pocong untuk dijadikan konten live TikTok. Sekitar pukul 22.30 WIB, siaran langsung dimulai dengan berkeliling menggunakan sepeda motor menuju beberapa titik di pusat Kota Sragen.

Rombongan sempat melintas di Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro hingga akhirnya menuju kawasan terowongan rel kereta api yang sengaja dipilih karena suasananya sepi dan menyeramkan.

Dalam waktu singkat, live TikTok tersebut ditonton ratusan pengguna media sosial dan memancing beragam komentar warganet.

Namun aksi itu tak berlangsung lama. Polisi yang tengah melakukan patroli siber dan monitoring media sosial langsung mengamankan ketiga pelajar saat berada di lokasi.

Tiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial RA (17) sebagai pemeran pocong, RG (17) operator live TikTok, dan JS (17) yang ikut dalam rombongan.

“Hasil pendalaman sementara tidak ditemukan motif tindak pidana lain selain membuat konten hiburan untuk meningkatkan interaksi akun media sosial mereka,” jelas AKBP Dewiana.

Meski begitu, polisi menilai fenomena tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu keresahan masyarakat.

“Kami mengedepankan pembinaan terhadap anak-anak ini dengan melibatkan orang tua dan sekolah. Harapan kami, kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bersama bahwa kebebasan bermedia sosial tetap memiliki batas dan tanggung jawab,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *