Dua Hari di Manggarai Barat, Tim Trauma Healing Polda Jateng Dampingi 243 Warga Terdampak Gempa

0
image

Dua Hari di Manggarai Barat, Tim Trauma Healing Polda Jateng Dampingi 243 Warga Terdampak Gempa (JatengNOW/Dok)

SEMARANG, JATENGNOW.COM – Gempa bumi mungkin telah berlalu, tetapi rasa takut, cemas, dan bayang-bayang bencana masih dirasakan sebagian warga terdampak. Kondisi tersebut menjadi perhatian Polda Jawa Tengah yang mengirimkan Tim Trauma Healing ke Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Selama dua hari, Rabu-Kamis (19–20/8/2026), tim yang terdiri dari personel Psikolog Kepolisian dan Biro SDM Polda Jateng memberikan pendampingan psikologis kepada sedikitnya 243 warga terdampak gempa di Kecamatan Komodo.

Pendampingan dilakukan dengan pendekatan humanis. Warga diajak berinteraksi, berbagi pengalaman, menyampaikan perasaan, hingga mendapatkan dukungan emosional untuk membantu memulihkan rasa aman setelah bencana.

Pada hari pertama, Rabu (19/8), Tim Trauma Healing menyambangi warga di Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, tepatnya di Pulau Seraya Besar.

Sebanyak 157 warga mengikuti kegiatan pendampingan yang dikemas secara interaktif. Suasana dibuat tidak formal sehingga masyarakat dapat lebih leluasa berkomunikasi dan menceritakan pengalaman mereka setelah menghadapi gempa.

Pendampingan kemudian dilanjutkan pada Kamis (20/8) di dua lokasi. Sebanyak 10 warga mengikuti kegiatan di Pos Bencana Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas, sedangkan 76 warga lainnya mendapat pendampingan di Kampung Gorontalo, Desa Gorontalo.

Dalam kegiatan tersebut, tim tidak hanya mendengarkan cerita warga. Personel juga mengenalkan sejumlah teknik relaksasi sederhana yang dapat dilakukan ketika muncul rasa cemas atau tekanan psikologis.

Interaksi dilakukan melalui sesi berbagi pengalaman dan komunikasi langsung dengan masyarakat. Tim juga memberikan sarana kontak agar warga tetap dapat memperoleh dukungan ketika membutuhkan.

Tim Trauma Healing Polda Jateng terdiri dari Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M., Psikolog Kepolisian Tk. I Bagpsi Ro SDM Polda Jateng, Briptu Bagoes Hendra K., S.Psi., dan Briptu Narulita Dian H., S.Psi.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari jajaran Polres Manggarai Barat, khususnya Polsek Komodo.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan rumah, pemenuhan kebutuhan pokok, maupun fasilitas yang rusak. Kondisi psikologis masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian.

“Gempa memang sudah berlalu, tetapi rasa takut dan kecemasan yang ditinggalkan tidak selalu hilang begitu saja. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi masyarakat agar mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi dan melewati masa sulit ini,” ujar Yuliyanto saat ditemui di Mapolda Jateng, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana harus diberikan secara menyeluruh. Bantuan kebutuhan dasar tetap penting, tetapi dukungan psikologis juga diperlukan agar masyarakat dapat kembali membangun rasa aman dan kepercayaan diri.

Kehadiran Tim Trauma Healing di Manggarai Barat diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa sulit sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan setelah bencana.

“Semoga kehadiran kami dapat membantu mengurangi kecemasan, memulihkan rasa aman dan menumbuhkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit. Setelah bencana, kehidupan harus terus berjalan dan kami ingin masyarakat memiliki kekuatan untuk menata kembali kehidupan mereka,” pungkasnya. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *