Bupati Jepara Promosikan Kopi Lokal Lewat Sumanding KopiFest 2026
JEPARA, JATENGNOW.COM – Witiarso Utomo menggelar dialog interaktif bertajuk “Ngopi Bareng Bupati Jepara” dalam rangkaian Sumanding KopiFest 2026 yang berlangsung di kawasan Hutan Pinus Buper Sumanding, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang promosi kopi lokal khas Jepara sekaligus memperkuat potensi wisata alam dan ekonomi kreatif berbasis kopi di lereng Pegunungan Muria.
Acara diawali dengan pengenalan kopi asli Jepara yang dipandu Barista Jepara, Afif Pancasetyawan.
Dalam kesempatan itu, Afif memperkenalkan Kopi Robusta Sumanding sebagai salah satu kopi unggulan Jepara dengan karakter rasa khas.
Menurutnya, Kopi Robusta Sumanding memiliki aroma kompleks, tingkat keasaman segar bernuansa citrus dan fruity, serta tekstur lembut yang nyaman di lambung.
“Kalau ingin menghasilkan kopi berkualitas, pemetikan buah harus benar-benar matang. Itu sangat mempengaruhi rasa akhir kopi,” jelas Afif.
Dalam suasana santai, Bupati Jepara turut berbagi cerita mengenai kedekatannya dengan budaya ngopi sejak kecil.
“Dari kecil saya sudah akrab dengan kopi karena di desa sering nongkrong bersama teman-teman di angkringan sambil ngopi,” ujar Witiarso.
Ia juga mendorong petani dan pelaku usaha kopi untuk terus menjaga kualitas produksi agar kopi Jepara semakin dikenal luas.
“Peminat dan donatur yang melirik kopi Jepara sudah sangat banyak. Harapan saya, selain dikenal sebagai kota ukir dan furniture, Jepara juga dikenal lewat Kopi Tempur, Kopi Sumanding, Kopi Batealit, dan desa-desa penghasil kopi lainnya,” katanya.
Selain pengembangan produk kopi, Pemkab Jepara juga berkomitmen memperkuat infrastruktur penunjang kawasan wisata kopi.
Witiarso mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar untuk pembangunan jalan Damarwulan–Tempur.
Menurutnya, pengembangan akses jalan tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan kawasan wisata alam dan wisata kopi di wilayah Sumanding dan sekitarnya.
“Harapan kami, jalur Duplak Sumanding nantinya bisa berkembang menjadi kawasan wisata alam dan wisata kopi yang menarik dan tidak kalah dengan daerah lain,” pungkasnya. (jn02)
