Mendag Dorong Industri Mebel dan Kerajinan Solo Tembus Pasar Global

0
IMG-20260820-WA0036

SOLO, JATENGNOW.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mendorong industri mebel dan kerajinan Indonesia memperluas pasar hingga ke tingkat global. Salah satu upaya yang dilakukan melalui peningkatan partisipasi pelaku usaha dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan CEO Gathering Calon Peserta TEI ke-41 Tahun 2026 yang digelar Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) di Alila Ballroom, Kota Surakarta, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkuat keterlibatan pelaku usaha sektor furniture dan home decor dalam TEI ke-41 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan TEI menjadi salah satu ruang bagi produk lokal untuk memperluas akses ke pasar internasional.

Menurutnya, produk mebel dan kerajinan Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing secara global dengan dukungan kualitas, inovasi, serta pemenuhan standar internasional.

“Kolaborasi strategis yang terjadi pada sektor mebel dan kerajinan diproyeksikan dapat mengisi ruang pameran baru. Industri ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik Trade Expo Indonesia sebagai hub serta pusat sourcing utama produk-produk unggulan Indonesia bagi para buyer internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan Surakarta dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena memiliki akses serta potensi yang mendukung perkembangan industri furniture dan home decor.

Ia menyebut pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung pelaku industri dalam memperluas pasar ekspor.

“Melalui Trade Expo Indonesia, kami merasa pameran ini sudah disiapkan secara matang oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk mendukung industri di Indonesia, salah satunya industri furniture dan home decor,” kata Abdul.

Mendag Budi Santoso (JatengNOW/dok)

HIMKI berharap dukungan tersebut mampu mendorong industri furniture dan home decor mencapai target penjualan ekspor hingga 6 miliar dolar AS.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU Signing) antara PT Debindomulti Adhiswasti selaku penyelenggara TEI ke-41 dengan HIMKI.

Kerja sama tersebut berkaitan dengan pengisian Paviliun Furniture and Home Decor dalam gelaran TEI ke-41. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan platform pameran yang profesional sekaligus membuka peluang pengembangan pasar ekspor bagi pelaku usaha nasional.

“Trade Expo Indonesia siap menjadi jembatan bagi industri furniture dan home decor Indonesia untuk melangkah maju ke pasar internasional. Kehadiran buyers dan mitra strategis diharapkan dapat memperluas jaringan pasar serta mendorong terbentuknya kemitraan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.

Mendag Budi Santoso menegaskan TEI merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor sekaligus mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara.

Menurutnya, momentum tersebut semakin penting di tengah berbagai kesepakatan perdagangan internasional yang telah dilakukan Indonesia.

“Trade Expo Indonesia menjadi momen penting di tengah berbagai kesepakatan perdagangan internasional yang dilakukan oleh Indonesia seperti EU-CEPA, perjanjian dagang, hingga kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat,” kata Budi.

Ia mendorong pelaku industri furniture dan home decor memanfaatkan terbukanya akses pasar tersebut untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Melalui TEI ke-41, Kementerian Perdagangan berharap industri mebel dan kerajinan nasional mampu membuka pasar baru, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *