Ribuan Foodtray MBG Ditarik, Ini Penjelasan Ahli Gizi SPPG Jepara
Ribuan Foodtray MBG Ditarik, Ini Penjelasan Ahli Gizi SPPG Jepara (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Sebanyak 2.688 foodtray program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara Karangkebagusan ditarik kembali setelah ditemukan persoalan pada salah satu menu, yakni ayam katsu, Rabu (16/9/2026).
Penarikan dilakukan setelah pihak SPPG memastikan terdapat makanan yang dinilai tidak layak dikonsumsi. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pencegahan agar makanan yang bermasalah tidak kembali dikonsumsi penerima manfaat.
Ahli Gizi SPPG Jepara Karangkebagusan, Muhammad Hafidz Nugroho, mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan penarikan seluruh makanan yang telah didistribusikan setelah mengetahui adanya menu yang tidak layak konsumsi.
“Kami langsung instruksikan untuk menarik semua saat kami tahu menu tidak layak konsumsi. Untuk siswa yang terdampak, kami larikan ke RS Aisyah. Alhamdulillah tidak sampai rawat inap dan semuanya sudah dibawa pulang ke rumah masing-masing,” kata Hafidz.
Menurut Hafidz, penarikan ribuan foodtray tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar makanan yang dinilai tidak layak tidak terus dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Langkah itu sekaligus dilakukan untuk mencegah munculnya lebih banyak warga yang mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG.
Pihak SPPG Jepara Karangkebagusan juga melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian proses penyediaan makanan. Evaluasi mencakup tahapan penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses thawing atau pencairan bahan makanan beku, persiapan, pengolahan hingga distribusi.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya persoalan pada salah satu tahapan pengelolaan makanan.
Sebelumnya, sebanyak 17 orang yang terdiri dari 14 siswa dan tiga guru menjalani pemeriksaan di RS PKU Aisyiyah setelah mengalami sejumlah keluhan.
Meski demikian, Hafidz menegaskan belum ada kesimpulan medis yang menyatakan keluhan yang dialami 17 orang tersebut disebabkan oleh makanan MBG.
Penyebab keluhan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan serta penelusuran lebih lanjut.
Hafidz memastikan penarikan seluruh foodtray merupakan langkah pengamanan setelah pihaknya menemukan persoalan pada salah satu menu yang dibagikan kepada penerima manfaat.
“Yang pasti, hari ini ribuan porsi yang sudah didistribusikan kami tarik kembali setelah muncul keluhan terhadap salah satu menu. Kami juga terus melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.
Dengan penarikan tersebut, SPPG Jepara Karangkebagusan melakukan langkah antisipatif sambil mengevaluasi seluruh proses penyediaan MBG untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi. (jn02)
