Tenun Troso Jepara Dibawa ke Pasar Nasional, Motif Bulu Perindu Jadi Andalan
Tenun Troso Jepara Dibawa ke Pasar Nasional, Motif Bulu Perindu Jadi Andalan (JatengNOW/Dok)
JEPARA, JATENGNOW.COM – Tenun Troso terus didorong menembus pasar yang lebih luas. Salah satu produk unggulan perajin Jepara yang dibawa ke pasar nasional adalah kain tenun dengan motif Bulu Perindu.
Menariknya, proses pembuatan satu helai kain tenun Troso membutuhkan waktu hingga empat bulan. Lamanya pengerjaan bergantung pada tingkat kerumitan motif yang dibuat.
Perajin tenun Troso, Nadya Anjani, mengatakan proses pengerjaan satu kain dapat berlangsung selama tiga hingga empat bulan untuk menghasilkan motif sesuai karakter yang diinginkan.
“Satu helai kainnya prosesnya bisa kurang lebih tiga sampai empat bulan untuk satu motif kain tenun,” kata Nadya saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Kamis (27/8/2026).
Salah satu produk yang dibawa dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 adalah motif Bulu Perindu. Motif tersebut menjadi salah satu produk yang banyak diminati.
Tidak hanya mengandalkan kreativitas motif, produk tersebut juga memanfaatkan limbah kain tenun. Limbah yang sebelumnya tidak terpakai diolah kembali menjadi kain baru sehingga memiliki nilai ekonomi.
Selain Bulu Perindu, Nadya turut memperkenalkan kain tenun motif Bahari. Motif tersebut terinspirasi dari jaring yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan.
Menurut Nadya, pengembangan produksi tenun Troso juga perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas perajin.
Ketersediaan tenaga penenun menjadi salah satu perhatian, terutama ketika permintaan terhadap sejumlah motif mengalami peningkatan.
Selama ini, produk tenun Troso miliknya dipasarkan melalui berbagai pameran. Beberapa di antaranya melalui Inacraft serta kegiatan yang difasilitasi Dekranasda Jepara.
Pada AOE 2026, tenun Troso menjadi salah satu produk unggulan yang ditampilkan Jepara. Selain kain tenun, produk yang dibawa dalam pameran tersebut meliputi kerajinan, kaligrafi, makanan khas, dan kopi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara, Anjar Jambore Widodo, mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan Jepara kepada daerah lain.
“Kami akan berusaha mendekati stan-stan kabupaten di luar Jawa. Itu target kami,” ujar Anjar.
Menurutnya, penjajakan pasar yang dilakukan selama pameran akan ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir.
Disperindag Jepara juga menyiapkan pendampingan bagi industri kecil dan menengah (IKM) binaan yang mendapatkan peluang pesanan dari calon pembeli.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka pasar baru bagi produk lokal sekaligus memperkuat posisi tenun Troso sebagai salah satu produk unggulan Jepara di pasar nasional. (jn02)
