Terjawab! Ini Hasil Uji Labkes Jepara soal MBG yang Bikin Puluhan Siswa Sakit, Positif Bakteri Salmonella

0
image

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko (JatengNOWDok)

JEPARA, JATENGNOW.COM – Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jepara mengungkap adanya bakteri Salmonella sp pada sampel menu beef teriyaki dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa dan guru SMPN 2 Jepara.

Sampel makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 05 yang dikelola Yayasan Cahaya Arjuna Bangsa.

Temuan tersebut menjadi bagian dari hasil pemeriksaan laboratorium setelah ratusan siswa dan guru SMPN 2 Jepara mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG pada Senin (3/8/2026).

Sebanyak 110 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, seperti diare, mual, hingga muntah. Empat siswa dengan kondisi paling lemah bahkan harus mendapatkan penanganan medis di UGD RS PKU Aisyiyah Jepara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap sampel makanan yang disimpan sebagai bank sampel di dalam freezer SPPG Bandengan 05.

Pemeriksaan Labkes Jepara berlangsung selama 4-7 Agustus 2026.

“Dari hasil pengujian sampel makanan yang disimpan sebagai bank sampel di SPPG Bandengan 05, ditemukan beberapa bakteri pada sejumlah menu,” kata Hadi Sarwoko, Sabtu (8/8/2026).

Beef Teriyaki Positif Salmonella

Dari sejumlah menu yang diperiksa, tidak seluruh sampel menunjukkan adanya bakteri.

Pada sampel nasi putih, tempe goreng, serta labu siam dan wortel bumbu kuning, laboratorium tidak menemukan bakteri.

Namun, hasil berbeda ditemukan pada sampel beef teriyaki.

Sampel tersebut terdeteksi mengandung Salmonella sp dan Enterobacteriaceae. Selain itu, pemeriksaan juga menemukan Bacillus cereus serta yeast dan mold atau khamir dan kapang.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya Bacillus cereus dan Enterobacteriaceae. Selain itu, laboratorium juga menemukan yeast dan mold, atau khamir dan kapang,” ujar Hadi.

Temuan Salmonella menjadi perhatian dalam aspek keamanan pangan karena bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan apabila masuk ke tubuh melalui makanan yang terkontaminasi.

Sementara Enterobacteriaceae merupakan kelompok bakteri yang dapat ditemukan di lingkungan maupun bahan pangan. Keberadaannya pada sampel makanan dapat menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam evaluasi keamanan pangan.

Air Bak Cuci SPPG Juga Ditemukan Coliform

Selain memeriksa sampel makanan, Labkes Jepara turut melakukan pemeriksaan terhadap air bersih yang digunakan di bak cuci SPPG Bandengan 05.

Hasilnya, sampel air tersebut ditemukan mengandung coliform.

Coliform merupakan kelompok bakteri yang dapat ditemukan di lingkungan, termasuk tanah dan air. Temuan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap penerapan higiene dan sanitasi di lingkungan dapur SPPG.

Sumber Kontaminasi Masih Perlu Ditelusuri

Hasil pemeriksaan laboratorium kini menjadi salah satu bahan penting dalam penanganan kasus gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru SMPN 2 Jepara.

Temuan Salmonella pada beef teriyaki perlu ditindaklanjuti dengan penelusuran terhadap kemungkinan sumber serta jalur kontaminasi.

Evaluasi dapat mencakup seluruh tahapan pengelolaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan dan pemasakan, penyimpanan, distribusi, kebersihan peralatan, kualitas air, hingga penerapan standar higiene oleh penjamah makanan.

Dinas Kesehatan Jepara bersama pihak terkait diharapkan dapat memastikan langkah tindak lanjut dilakukan secara menyeluruh. Hal tersebut penting untuk menjamin keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Temuan Salmonella pada sampel beef teriyaki menjadi salah satu poin penting yang perlu menjadi perhatian dalam evaluasi penyelenggaraan MBG di SPPG Bandengan 05. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *