Tren Haji Muda Meningkat, Program Haji Khusus Kian Diminati

0
image

Direktur Utama PT Jelajah Wisata Thoyibah, Akmaludin Akbar (JatengNOW/Kevin Rama)

SOLO, JATENGNOW.COM – PT Jelajah Wisata Thoyibah kembali menghadirkan program haji khusus dengan kuota terbatas pada musim keberangkatan tahun ini. Sebanyak sekitar 98 jamaah dijadwalkan berangkat dalam skema eksklusif yang dibagi dalam dua kelompok bus.

Direktur Utama PT Jelajah Wisata Thoyibah, Akmaludin Akbar, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah jamaah dilakukan untuk menjaga kualitas layanan agar tetap optimal.

“Kami sengaja membatasi kuota agar pelayanan lebih fokus dan jamaah dapat merasakan kenyamanan selama menjalankan ibadah,” ujarnya saat ditemui di Dwangsa Solo Hotel, Sabtu (18/4/2026).

Program haji khusus ini menawarkan fasilitas premium, mulai dari akomodasi hotel berbintang lima di Makkah dan Madinah hingga lokasi penginapan yang dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kelelahan jamaah, mengingat ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Selain itu, fasilitas di Arafah dan Mina juga menjadi perhatian utama. Jamaah akan menempati tenda VIP dengan akses yang lebih dekat ke Jamarat, sehingga memudahkan saat pelaksanaan lempar jumrah.

“Lokasi tenda yang strategis sangat membantu jamaah, terutama dari sisi keamanan dan efisiensi tenaga,” jelasnya.

Untuk mengikuti program ini, calon jamaah dikenakan biaya sekitar 15.500 dolar AS dengan paket layanan lengkap. Fasilitas tersebut mencakup transportasi, konsumsi, akomodasi, hingga pendampingan ibadah selama di Tanah Suci.

Tak hanya itu, perusahaan juga menyiapkan tim pendamping profesional yang terdiri dari pembimbing bersertifikat, tenaga medis, serta tim operasional di Arab Saudi guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Seluruh jamaah yang akan berangkat telah mengikuti manasik sebagai bagian dari persiapan. Rencananya, keberangkatan menuju Arab Saudi dijadwalkan pada 8 Mei mendatang.

Menariknya, minat masyarakat terhadap program haji khusus ini terus meningkat. Bahkan, tren jamaah kini mulai didominasi kalangan usia muda yang ingin menunaikan ibadah lebih awal.

“Banyak yang mendaftar di usia 20-an. Ini tren positif karena secara fisik mereka lebih siap menjalankan ibadah haji,” ungkap Akmaludin.

Selain faktor usia, waktu tunggu yang relatif singkat juga menjadi daya tarik utama dibandingkan program haji reguler yang masa antreannya bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun.

Dengan kuota terbatas, PT Jelajah Wisata Thoyibah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan maksimal, tidak hanya dari sisi fasilitas tetapi juga pengalaman ibadah yang nyaman, aman, dan sesuai tuntunan. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *