Satgas Pangan Polri Curigai Kartel Sawit, Harga TBS Anjlok Saat CPO Dunia Justru Menguat

0
IMG-20260421-WA0196

Kepala Satgas Pangan Polri sekaligus Dirtipideksus (Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak (JatengNOW/Dok)

JAKARTA, JATENGNOW.COM – Satgas Pangan Polri mencium adanya dugaan praktik kartel di balik merosotnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dikeluhkan petani di berbagai daerah. Dugaan tersebut muncul karena penurunan harga TBS dinilai tidak sejalan dengan kondisi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global yang masih berada pada level kompetitif.

Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, mengatakan pihaknya menemukan indikasi adanya kesepakatan tersembunyi yang menyebabkan harga TBS turun secara bersamaan di sejumlah wilayah meskipun harga CPO dunia tidak mengalami penurunan signifikan.

“Kami menduga adanya persekongkolan diam-diam yang dilakukan untuk menyepakati harga TBS itu turun di saat harga CPO dunia tidak turun atau sedang cenderung naik,” ujar Ade Safri di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena seharusnya harga TBS di tingkat petani bergerak mengikuti tren harga CPO global. Namun yang terjadi justru sebaliknya, sehingga perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Untuk mengusut dugaan tersebut, Satgas Pangan Polri akan menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) baik di tingkat pusat maupun daerah. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada praktik persaingan usaha tidak sehat yang merugikan petani sawit.

Ade menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran hukum dalam proses penyelidikan, pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami akan menggandeng KPPU baik di tingkat pusat maupun di tingkat wilayah nantinya, terutama dengan para Dirkrimsus jajaran. Kami berharap semua yang menjadi program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan komoditas Indonesia di dunia internasional bisa mendapat dukungan dari semua pihak,” tegasnya.

Satgas Pangan Polri juga berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga komoditas strategis, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit yang menjadi salah satu tulang punggung sektor perkebunan nasional.

Penyelidikan yang dilakukan diharapkan mampu mengungkap penyebab pasti turunnya harga TBS serta mencegah potensi praktik kartel yang dapat merugikan petani dan mengganggu iklim usaha perkebunan sawit di Indonesia. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *