Polwan Negosiator Polda Jateng Kedepankan Dialog, Ajak Mahasiswa Tak Ganggu Aktivitas Warga
Polwan Negosiator Polda Jateng Kedepankan Dialog, Ajak Mahasiswa Tak Ganggu Aktivitas Warga (JatengNOW/Dok)
SEMARANG, JATENGNOW.COM – Polda Jawa Tengah mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal aksi penyampaian pendapat mahasiswa di Kota Semarang, Rabu (26/8/2026).
Polwan negosiator Polda Jateng turun langsung melakukan komunikasi dengan perwakilan mahasiswa yang tiba di Jalan Pemuda, Kota Semarang, sekitar pukul 16.00 WIB.
Rombongan peserta aksi datang dari arah Paragon menuju kawasan Tugu Muda. Setibanya di Jalan Pemuda, mereka disambut personel Polwan negosiator yang kemudian berdialog dengan perwakilan mahasiswa.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan keinginan untuk melanjutkan pergerakan menuju Bundaran Tugu Muda guna menyampaikan aspirasi.
Polwan negosiator kemudian menjelaskan bahwa kegiatan di Bundaran Tugu Muda berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Terlebih, kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama di Kota Semarang dan waktu aksi bertepatan dengan jam pulang kerja.
Petugas selanjutnya mengajak peserta aksi tetap menyampaikan aspirasi di Jalan Pemuda yang telah disiapkan sebagai lokasi kegiatan.
Langkah tersebut dilakukan agar mahasiswa tetap dapat menyampaikan aspirasi, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, proses negosiasi merupakan bagian dari pelayanan kepolisian dengan mengutamakan komunikasi dan pencarian solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
“Polri menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat. Pada saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat pengguna jalan tetap dapat beraktivitas dengan aman dan lancar,” ujar Yuliyanto.
Personel Polwan negosiator juga terus memberikan imbauan melalui pengeras suara agar peserta aksi menjaga ketertiban dan menghormati hak masyarakat lainnya.
Polda Jateng memastikan pendekatan komunikasi dan persuasif tetap menjadi bagian utama dalam memberikan pelayanan selama aksi berlangsung. Keselamatan peserta aksi, pengguna jalan, maupun masyarakat di sekitar lokasi menjadi perhatian kepolisian.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara hak menyampaikan pendapat dengan kepentingan masyarakat secara luas.
Menurutnya, ruang publik digunakan untuk berbagai kepentingan. Masyarakat membutuhkan ruang tersebut untuk bekerja, menjalankan kegiatan ekonomi, menempuh pendidikan, memperoleh pelayanan pemerintahan, hingga menyampaikan aspirasi.
“Ruang publik adalah ruang bersama. Setiap masyarakat memiliki kebutuhan dan kepentingan yang harus berjalan,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Ia menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya juga perlu memperhatikan hak masyarakat lain yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, diperlukan sikap saling menghargai agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan baik tanpa mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.
“Pada prinsipnya, semua ingin ruang publik yang nyaman, aman, dan tertib. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga harmonisasi,” jelasnya.
Johnny menambahkan, Polri memiliki tanggung jawab menjaga agar berbagai kepentingan tersebut dapat berjalan secara seimbang.
Kehadiran polisi di ruang publik, kata dia, bukan semata-mata untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat.
“Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi, Polri hadir untuk menjaga dan melayani. Pada saat yang sama, kami juga memastikan masyarakat lainnya tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman,” katanya.
Menurut Johnny, keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan keberlangsungan aktivitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang dewasa.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik dengan saling menghormati hak serta kepentingan masing-masing.
“Menjaga ruang publik adalah tanggung jawab kita bersama. Polri akan terus berkomitmen untuk memastikan ruang bersama ini tetap aman, tertib, damai, dan nyaman,” pungkasnya. (jn02)
