Diduga Tak Layak Konsumsi, 3.000 Lebih Kemasan Minyakita Bantuan Ditarik di Pakis Aji Jepara

0
WhatsApp Image 2026-07-03 at 10.05.01

Diduga Tak Layak Konsumsi, 3.000 Lebih Kemasan Minyakita Bantuan Ditarik di Pakis Aji Jepara (JatengNOW/Dok)

JEPARA, JATENGNOW.COM – Ribuan kemasan minyak goreng subsidi merek Minyakita yang dibagikan dalam program bantuan pangan pemerintah di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, mulai dikembalikan warga. Pengembalian dilakukan setelah muncul keluhan minyak diduga berbau solar dan memiliki warna keruh.

Hingga Kamis (2/7/2026), Pemerintah Desa Plajan mencatat sebanyak 1.769 kemasan Minyakita ukuran 2 liter telah dikembalikan oleh warga. Sementara di Desa Suwawal, jumlah pengembalian mencapai sekitar 1.500 kemasan dengan keluhan serupa.

Perangkat Desa Plajan, Sholikhin, menjelaskan distribusi bantuan pangan tersebut berlangsung pada 19 hingga 20 Juni 2026. Dalam program itu, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh beras 20 kilogram serta dua kemasan Minyakita ukuran 2 liter.

“Setelah dibagikan, kami menerima laporan dari warga bahwa minyak goreng itu diduga tidak layak digunakan karena baunya menyengat seperti solar. Setelah itu kami mendata warga yang ingin mengembalikan, lalu melaporkannya ke camat dan TKSK,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembalian dilakukan secara sukarela. Pemerintah desa masih membuka kesempatan bagi warga yang ingin menyerahkan kembali minyak goreng tersebut sebelum dikirim ke pihak terkait untuk proses penggantian.

Menurut informasi yang diterima desa, pihak Perum Bulog telah menerima laporan dan menyatakan siap mengganti minyak goreng yang dikembalikan masyarakat.

“Informasinya dari Bulog, minyak yang dikembalikan akan diganti,” kata Sholikhin.

Keluhan utama warga, lanjut dia, adalah aroma yang sangat menyengat dan menyerupai bahan bakar solar. Beberapa warga bahkan sempat memakai minyak tersebut untuk memasak sebelum menyadari adanya kejanggalan.

“Sebagian sudah dipakai memasak, tapi hasil masakannya jadi berbau dan rasanya tidak enak,” ungkapnya.

Di Desa Plajan sendiri terdapat sekitar 1.502 KPM. Namun, tidak semua penerima bantuan mengembalikan Minyakita karena hanya sebagian yang merasakan bau menyengat pada produk tersebut.

Pemerintah desa kini mengimbau masyarakat untuk sementara tidak menggunakan minyak goreng yang diduga bermasalah itu sambil menunggu proses penukaran dari pihak terkait. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *