Kepala Rutan Baru Datang, Pemkab Rembang Siap ‘Keroyokan’ Bina Warga Binaan

0
IMG-20260821-WA0047

REMBANG, JATENGNOW.COM – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rembang berganti. Tisep Oven Harry mendapat amanah baru sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Posisinya di Rutan Kelas IIB Rembang selanjutnya diemban Tomy Yulianto yang sebelumnya menjabat Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu.

Serah terima jabatan dan pisah sambut digelar di Aula Rutan Kelas IIB Rembang, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Rembang Teguh Gunawarman yang mewakili Bupati Rembang H. Harno, sejumlah pimpinan OPD, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kepala UPT se-Karesidenan Pati, Forkopimda, mitra kerja, Dharma Wanita, jajaran pegawai Rutan Rembang, serta tamu undangan.

Dalam sambutan perpisahannya, Tisep Oven Harry menyampaikan apresiasi kepada jajaran Rutan Rembang yang telah mendukung pelaksanaan pelayanan dan pembinaan warga binaan selama kurang lebih 10 bulan.

Ia mengatakan berbagai capaian yang diraih selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja sama seluruh pegawai dan dukungan warga binaan.

“Tidak akan cukup kalimat saya untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pegawai Rutan Kelas IIB Rembang yang sudah mendukung dan bekerja sama atas pencapaian visi dan misi kami ketika pertama kali datang ke Rutan Kelas IIB Rembang,” ujarnya.

Menurut Tisep, keterbatasan sumber daya tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti melakukan pembenahan. Selama bertugas, pihaknya berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pembinaan warga binaan.

Tisep menilai pembinaan warga binaan tidak dapat dilakukan oleh Rutan seorang diri. Berbagai kebutuhan warga binaan, mulai dari keterampilan, kesehatan, administrasi kependudukan hingga kesiapan kembali ke masyarakat, membutuhkan dukungan lintas sektor.

“Senior-senior kami menyebutnya warga binaan itu harus dikeroyok. Membinanya harus keroyokan, karena kalau sendiri pasti ada celah-celah yang terlewat ataupun tidak tersentuh,” katanya.

Selama memimpin Rutan Rembang, sejumlah kolaborasi dibangun dengan perangkat daerah. Di antaranya Dinas Tenaga Kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Perdagangan dan Koperasi, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Kerja sama tersebut diwujudkan dalam berbagai pelayanan dan program pembinaan untuk meningkatkan kapasitas serta kemandirian warga binaan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Rembang yang baru, Tomy Yulianto, meminta dukungan dari seluruh pihak dalam menjalankan tugas barunya.

Menurut Tomy, pelaksanaan tugas pemasyarakatan membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun UPT di wilayah Karesidenan Pati.

“Saya pribadi tidak mungkin bekerja sendiri, harus keroyokan. Oleh karena itu, mohon bantuan, mohon bimbingan, mohon arahan juga pada seluruh Forkopimda, seluruh UPT di sekitar Karesidenan Pati ini untuk bisa mengemban tugas dan amanah baru saya ini di Rutan Kelas IIB Rembang,” ujarnya.

Tomy menegaskan kolaborasi dan koordinasi akan terus diperkuat untuk melanjutkan berbagai program pembinaan di Rutan Rembang.

“Mulai dari hari ini, kita selalu berkolaborasi, berkoordinasi, dan memantapkan apa-apa yang menjadi nawacita dari pimpinan kita dan apa yang menjadi arahan dari pimpinan kita,” katanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Rembang Teguh Gunawarman memberikan apresiasi kepada Tisep Oven Harry atas dedikasi dan kerja sama selama bertugas di Rembang.

Kepada Tomy Yulianto, Teguh memastikan Pemerintah Kabupaten Rembang siap melanjutkan sinergi yang telah terbangun bersama Rutan.

Ia mencontohkan kerja sama dalam peningkatan keterampilan warga binaan. Saat masih menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Teguh turut terlibat dalam pelaksanaan pelatihan otomotif bagi warga binaan.

Menurutnya, pembekalan keterampilan penting agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Kami pernah memberikan pelatihan otomotif bagi warga binaan, Pak Tisep juga meneruskan hal itu. Ke depan kita bisa berkolaborasi atau saling sharing untuk meningkatkan kapasitas, karakter dan motivasi baru bagi warga binaan, sehingga setelah bebas, mereka sudah memiliki rencana, mau menjahit atau yang lainnya,” pungkasnya.

Pemkab Rembang berharap pergantian kepemimpinan tidak mengurangi kualitas kerja sama yang telah terjalin. Sebaliknya, kolaborasi dengan Rutan Kelas IIB Rembang diharapkan semakin kuat, terutama dalam pembinaan, peningkatan keterampilan, dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali berperan positif di masyarakat. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *