Sespimti Polri Dikreg 35 Rampung, Cetak Calon Jenderal Berbasis Data dan Kepemimpinan Digital

0
IMG-20260625-WA0064

LEMBANG, JATENGNOW.COM – Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti) Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 resmi memasuki fase akhir. Program pendidikan elite di bawah Lemdiklat Polri itu difokuskan untuk mencetak calon jenderal dan pemimpin strategis masa depan dengan pendekatan kepemimpinan digital berbasis data.

Sejak dibuka pada 20 Januari 2026, Sespimti Angkatan ke-35 mengusung motto CERDAS yang merupakan singkatan dari Cekatan, Etis, Responsif, Dedikatif, Akuntabel, dan Strategis. Konsep ini dirancang untuk menjawab tantangan keamanan modern yang semakin kompleks, termasuk mendukung stabilitas nasional di sektor pangan, energi, dan ekonomi.

Puncak pembelajaran dipertegas melalui Seminar Sekolah yang digelar di Gedung Oetaryo Sespimti, Sespimti Lemdiklat Polri, Jumat (19/6/2026).

Selain dibekali strategi kepemimpinan tingkat tinggi, para peserta didik juga digembleng dengan penguatan empati sosial. Salah satu program nyata diwujudkan melalui bedah rumah di Kampung Sukamaju Barat, Desa Kayu Ambon, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam program itu, para serdik bergotong royong merenovasi rumah milik pasangan lansia, Lili (73) dan Sumarsih (63), yang sebelumnya hanya berupa bangunan bilik bambu. Dalam waktu 13 hari, rumah tersebut berhasil diubah menjadi hunian permanen berukuran 5×6 meter yang lebih layak huni.

Tak hanya itu, para serdik juga turun langsung membantu korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dengan menyalurkan bantuan logistik berupa beras, susu, mi instan, kasur lipat, hingga selimut.

Ketua Senat Sespimti Dikreg ke-35, Yudhis Wibisana, mengatakan aksi sosial tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan karakter kepemimpinan.

“Harapannya ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita, terutama para pengungsi yang masih bertahan di lokasi. Kami juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujarnya.

Dalam rangka memperkuat wawasan kebangsaan, para serdik juga mengikuti Dialog Kebangsaan di Bandung Barat dengan menghadirkan Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto, sebagai narasumber.

Dalam dialog tersebut, Purwadi menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik, namun menegaskan bahwa sentuhan kepemimpinan manusia tetap tak tergantikan.

“Pemimpin tidak bisa di-digitalisasi,” tegasnya.

Tak berhenti di dalam negeri, kurikulum Sespimti juga membawa para peserta melakukan Praktik Kerja Luar Negeri (PKLN) ke Shanghai pada 20 Mei 2026.

Di sana, mereka mempelajari konsep smart city dan smart policing melalui kunjungan ke Shanghai Police College dan Yangpu Branch Public Security Bureau, dengan fokus pada pemanfaatan AI, big data, dan cloud computing dalam sistem keamanan publik.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi referensi penting bagi Polri dalam memperkuat sistem command center dan analitik kejahatan berbasis teknologi di Indonesia.

Sebagai penutup rangkaian pendidikan, digelar ajang Leader Expo, yakni forum bagi para peserta untuk mempresentasikan naskah akademik, ide kebijakan, dan model transformasi yang telah disusun selama masa pendidikan.

Kepala Sespim Lemdiklat Polri, Midi Siswoko, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata publikasi intelektual para peserta didik.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Semoga dapat menginspirasi para pihak agar ke depan Sespim Polri semakin maju dan profesional dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di era digital,” jelas Midi.

Melalui seluruh rangkaian pendidikan ini, Sespimti Polri Dikreg ke-35 diharapkan melahirkan pemimpin Polri masa depan yang tidak hanya cakap secara strategi dan teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas, dan kemampuan transformasional dalam menghadapi dinamika zaman. (jn02)

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *